Apr 212011
 

Di pesantren Darunnajah Cipining terdapat berbagai macam musyawarah; musyawarah mingguan yang wajib diikuti oleh seluruh guru dan administratur pesantren diadakan pada Jum’at siang, musyawarah biro-biro (keuangan, pendidikan, pengasuhan, da’wah dan humas, pengkaderan, pramuka dan pengemangan potensi santri, informasi teknologi) diadakan setiap seminggu sekali sesuai dengan jadwal masing-masing, musyawarah organisasi santri (OSDC, OSTAQ, OSADC, OSIDC, OSAD, KOORDINATOR PRAMUKA dll), juga ada musyawarah kamar yang dilaksanakan pada malam sabtu.

Berikut ini adalah adab dan tata-cara musyawarah kamar yang dipimpin oleh para wali kamar sebagai penghubung fihak pesantren dan wali santri;

  • Niatkanlah musyawarah dalam rangka taat kepada perintah Allah SWT dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
  • Jagalah keikhlasan dan kebenaran niat tersebut sebelum, sepanjang dan sesudah musyawarah.
  • Mulailah musyawarah dengan ummul kitab dan do’a ilham;
  • للهمّ ألهمنا مراشد أمورنا و أعذنا من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا
  • Setelah do’a pembukaan, hendaknya dilanjutkan dengan mudzakarah adab-adab, maksud dan tujuan musyawarah;

ü    Musyawarah artinya berkumpul, berfikir, dan mentaati putusan bersama. Duduklah dalam musyawarah dengan tawajuh, jangan memotong, meremehkan atau menertawakan usulan orang lain. Nasehat Rasululloh SAW. kepada Abu Bakar RA: ” Anggaplah diri kita hina dalam setiap ajuan usul, jangan memaksakan usul, jangan bicarakan usul keburukan dibelakangnya. Bertambah takutlah kepada Alloh bila usul diterima(bisa jadi mendatangkan keburukan), sebaliknya jika usul tidak diterima boleh senang. Harus banyak bersyukur sepanjang musyawarah. jangan ada maksud-maksud lain dalam pengajuan usul. kemukakan usul semata-mata untuk kepentingan diin(AGAMA). Dengan adab-adab inilah, maka Alloh akan menjadikan musyawarah sebagai asbab tarbiyah kita.

ü    Syaitan selalu berusaha menggoda manusia. Begitu pula dengan musyawarah, syaitan menggoda agar kita memasukan usulan dengan paksa. syaitan menggoda agar kita memandang hina usulan orang lain, syaitan berusaha agar kita tidak bisa ihklas menerima putusan musyawarah.

ü    Maksud musyawarah ialah agar kita yakin apja-apa yang Alloh janjikan, Alloh akan tunaikan melalui keberkahan musyawatrah.

ü    Jangan menyimpan prasangka dalam musyawarah, semua harus dibentangkan dan diajukan.

ü    Ada tiga macam orang yang tidak akan membawa kebaikan dalam musyawarah;

  • Orang yang menyusah-nyusahkan usulan
  • Orang yang menekan usulan
  • Orang yang menolak usulan orang lain dengan cara keras, hingga orang lain takut  memberikan usul
  • Musyawarah dipimpin oleh wali kamar atau ketua kamar atau yang ditunjuk sebagai baddal oleh wali kamar. Juga perlu ditunjuk petugas penulis hasil musyawarah / notulen.
  • Musyawarah kamar diikuti oleh seluruh anggota kamar yang tidak mempunyai udzur syar’i.
  • Duduklah berhalaqah melingkar dengan rapat-rapat agar hati menjadi satu dan tidak terpecah-belah, juga agar semua mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendengarkan penjelasan amir musyawarah dan keputusan/mufakat musyawarah.
  • Diantara hal-hal yang perlu dimusyawarahkan dalam musyawarah kamar:

ü    Absensi anggota kamar; santri yang hadir, izin, sakit, pulang, kabur, mudhif.

ü    Pelaksanaan dan peningkatan ibadah; sholat berjama’ah, sholat Dhuha, qiyamullail, sholat-sholat sunnah lainnya, shoum senin-kamis, shoum ayyamul baidh, dan lain sebagainya.

ü    Pelaksanaan dan peningkatan belajar formal di kelas; merapikan alat-alat belajar di sore/malam hari, disiplin on time masuk kelas dan tashrikh bagi yang udzur syar’i.

ü    Pelaksanaan dan peningkatan qira’atul qur’an; qabla wa ba’da adzan, qabla maghrib, ba’da ashar dan ba’da shubuh (senin dan kamis) bagi progam peningkatan  khusus. Tasmi’ dan takrir hafalan.

ü    Pelaksanaan dan peningkatan kebersihan kamar; piket harian, kebersihan umum, alat-alat kebersihan, berapa kali menjadi kamar terbersih atau terkotor ?.

ü    Penyelesaian sangsi dan surat pernyataan bagi anggota kamar yang melanggar disipilin dan sunah ma’had.

ü    Targhib pentingnya hidup hemat dan tidak boros; wajib menabung di Tabungan Amanat Santri (TAS), tidak memegang uang cash melebihi 10.000.

ü    Targhib pentingnya kemampuan bahasa Arab dan Inggris bagi seorang muslim modern.

ü    Targhib birrul walidain; selalu mendo’akan dan meminta ridho kedua orang tua.

ü    Targhib secara umum (sesuai prioritas dan kebutuhan).

  • Akhirilah dengan hamdallah dan do’a kaffaratul majlis;
  • سبحانك اللهمّ وبحمدك أشهد أن لا إله إلاّ أنت أستغفرك و أتوب إليك
  • Setelah ditutup dengan salam, semua peserta musyawarah agar saling berjabat-tangan agar hilang rasa iri dengki dan berguguran dosa-dosa.

Darunnajah, Jum’at, 11 Jumadal Ula 1432 H / 15 April 2011 M (WARDAN/Mr. MIM)