Setelah pada hari Sabtu (6/9/09) kamarin Kapten Sar berhasil mendemokan kekuatan imajinasi melalui gelombang Teta secara hipnotis positif di depan santrwati baru, permintaan serupa kembali dilayangkan oleh pihak pengurus OSDC putri dengan pelatihan kedua. Maka, menanggapi request tersebut, Ahad (7/9/09) sore, selepas shalat Ashar, dengan ditemani oleh Ustadz Muhammad Musta’in, Kapten Sar mengulang tutorialnya di depan seluruh santriwati dengan mengambil tempat di masjid.

Kapten Sar Mengkanankan Santriwati

Kapten Sar Mengkanankan Santriwati

Masih mengusung tema berprestasi melalui potensi otak kanan sebagai kekuatan berpikir, wali dari santri cilik yang duduk di MI Darunnajah Cipining bernama Adinda tersebut menjelaskan tentang keistimewaan sisi kanan yang disebut dalam istilah Inggris dengan ‘right’. Kata right memiliki konotasi positif dan digunakan sebagai kata pembenaran. Salah satu yang dicontohkannya adalah ‘The right man in the right job’.

Dengan begitu, kanan diciptakan sebagai sisi positif yang berpotensi menjadi kekuatan. Termasuk di dalamnya adalah kekuatan otak sebelah kanan yang identik dengan berpikir visualisasi seperti musik, warna, dll.  Maka itu, Kapten mengajak kepada seluruh santri untuk turut mempotensikan otak kanan sebagai pushing dalam belajar hingga pada pencapain prestasi.

Pada Asyik Tidur

Pada Asyik Tidur

Sebagai contoh, Kapten memberikan sugesti kepada santriwati yang phobia dengan sesuatu termasuk dengan pelajaran matematika. Matematika selalu saja menjadi momok bagi para pelajar. Maka, menurut beliau, langkah yang harus ditempuh adalah menyukai pelajaran itu dan pengajarnya. Kemudian, para santriwati diajak agar memasukkan positif thinking lalu munculkan visualisasi tingkat pencapaian nilai yang diinginkan. Semakin diulang-ulang kegiatan seperti ini, maka akan semakin kuat energi positif yang masuk dan kekuatan bawah sadar yang digerakkan oleh otak kanan akan mendorong mewujudkannya dan otak kiri turut mencari jalan dalam membantu pencapaiannya.

Puncaknya, semua santriwati dihipnotis secara massal untuk membantu dalam mengatasi masalah belajar Matematika. Setelah mereka menempati melingkar dan mengambil posisi nyaman, Kapten mulai dengan aksinya. Dengan menggunakan kata-kata sugestif yang mengantarkan pada gelombang teta, para santriwati mengikuti intruksi dan dalam waktu beberapa detik, mereka tertidur serempak.

Mengundang Gelombang Teta

Mengundang Gelombang Teta

Kapten terus memberikan instruksi yang menggiring kepada visualisai imajinatif. Mereka membayangkan masuk di dalam kelas bersama para pengajar Matematika, mendengarkan penjelasannya dan menyimpan memori tersebut. Sesaat kemudian mereka kembali dibangunkan lalu ditanyakan tentang materi apa yang diingat dari belajar melalui alam bawah sadar tersebut.

Bagi santriwati yang dapat konsentarsi akan dapat mengikuti kegiatan ini hingga mendapatkan hasil yang diharapkan. Namun beberapa santri masih bermasalah dengan tingkat konsentrasinya sehingga belum menikmati tahap demi tahap dari proses imajinatif oleh otak kanan ini.

Tetapi, Kapten memberikan motivasi bahwa para santriwati dapat berlatih sendiri dengan beberapa step yang telah diajarkan. Jika itu dapat dilatihkan pada diri mereka, insyaAllaah apa yang diinginkan santriwati dapat terwujud. Semoga pelatihan ini dapat berlanjut dan menjadi solusi bagi santriwati untuk meraih prestasi. Amin.

Share: