DARUNNAJAH CIPINING SELENGGARAKAN SHALAT TARAWIH DI 4 LOKASI
“Shalat Tarawih yang dikenalkan mulai masa Kholifah Umar Bin Khattab, merupakan bentuk shalat malam yang dilaksanakan sebagai bentuk amalan pada bulan Ramadhan (Qiyamurromadhon)” kata Ustadz Amin Sonngirin, S.H.I. pada kesempatan kultumnya, Selasa (25/08/09).
“Barang siapa melaksanakan Qiyamurromadhon dengan keimanan dan pengaharapan dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” tambahnya.
Maka itu, bentuk dari implementasi Hadits di atas, pesantren Darunnajah Cipining melaksakan shalat Tarawih serempak di 4 lokasi. Keempat lokasi itu adalah masjid jami’, masjid putri, masjid kampus 2, dan aula pesantren untuk santri SD/MI.
Masjid Jami’ Putra
Sebagaimana sebelumnya, pelaksanaan shalat Tarawih untuk santri putra bertempat di masjid jami’ yang terletak di depan pintu masuk pesantren. Selain para santri, sebagian masyarakat yang tinggal di sekitarnya juga turut menjadi makmum.
Shalat Tarawih di masjid ini menampilkan 4 guru khuffazh yang membimbing pesantren tahfizh Qur’an Darunnajah. Secara bergiliran, mereka menjadi imam dengan membaca 2-3 ayat dalam setiap rakaatnya. Keempatnya yaitu:
- Ustadz Asmari Ichsan Al-Hafizh
- Ustadz Khoiruddin, S.Ag. Al-HAfizh
- ustadz jumari Al-Hafizh, dan
- Ustadz Nur Rochim Al-Hafizh.
Pada kesempatan antara shalat Tarawih dan witir, terdapat kesempatan bagi dewan guru untuk mengisi kultum dengan terjadwal. Keseluruhan kegiatan ini menghabiskan waktu selam + 1, 5 jam. Kegiatan kultum tersebut di bawah tanggung jawab bagian peribadatan pesantren Darunnajah Cipining. Pada kesemp-atan ini, para santri juga diwajibkan untuk mencatat isi kultum yang disampaikan.
Masjid Putri
Bulan Ramadhan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun lalu, shalat Tarawih diimami oleh para ustadz yang bermukim di asrama putri. Namun kali ini yang menjadi imam adalah para ustadzah, khususnya pembimbing program tahfizh. Mereka adalah:
- Ustadzah Lia
- Ustadzah Istiqomah
- Ustadzah Nur Fitri
- Ustadzah Masturoh
- Ustadzah Cacih Wiryanti
Shalat Tarawih dilaksanakan sebanyak 20 rakaat dengan dua kali salam dan 3 witir. Di antara shalat Tarawih dan witir diisi dengan ceramah yang diberikan oleh para ustadzah sesuai jadwal dan tema tertentu. Seperti halnya pada malam pertama yang dibawakan oleh ustadzah Turihatun yang berjudul Fadhilah Ramadhan. Pada malam kedua dibawakan oleh ustadzah Nurma yang berjudul Hal-hal yang membatalkan puasa.
Di saat ceramah disampaikan, para santri diwajibkan untuk menulis isi dan inti dari ceramah ke dalam buku yang telah dikoordinir oleh bagian peribadatan. Buku tersebut berbeda-beda warna disesuaikan dengan tingkatan kelas, antara lain merah (kelas VII), kuning (kelas VIII), hijau (kelas IX), biru (kelas X), ungu (kelas XI), dan merah (takhassus).
Masjid Kampus 2
Pelaksanaan shalat Tarawih juga dilakukan di kampus 2 dengan jamaah para santri kampus tersebut dan dewan guru yang tinggal di sekitar lokasi. Dengan jadwal imam dari dewan guru dan bilal dari santri, shalat Tarawih berjalan sebagaimana biasanya.
Seperti dengan masjid-masjid yang lain, di antara shalat Tarawih dan Witir, diselingi dengan kultum. Usai Tarawih, para santri kembali bertadarrus Al-Qur’an selama setengah jam.
Pesantren SD/MI
Para santri pesantren SD/MI Darunnajah Cipining dalam shalat Tarawihnya menempati gedung pertemuan (aula). Dengan bimbingan optimal para pembimbing, durasi dan frekuensi pelaksanaanya sedikit lebih ringan.
Usai melaksanakan shalat Tarawih, para santri ini berkesempatan untuk belajar bersama dengan bimbingan dewan guru. Dalam belajar ini, mereka dapat mengerjakan PR atau membaca buku pelajaran dan catatan. “Ini kesempatan mereka untuk belajar, karena waktu belajar mereka malam hari diisi dengan shalat Tarawih, maka sekalian saja setelah usai Tarawih, kita langsung persilakan mereka untuk belajar bersama, biar terbiasa belajar juga, meskipun Ramadhan….” Jelas Ustadz Imam Ghozali yang tengah asyik mendampingi para santri.
Menjelang pukul 08.30 WIB para santri cilik ini diperbolehkan untuk kembali ke asrama. Saat itulah mereka mempunyai kesempatan untuk menikmati makanan dan makanan kembali.
Shalat Tarawih bagi santri pesantren SD/MI memang tidak dilakukan di masjid bersamaan dengan para santri tingkat MTs/SMP dan MA/SMA karena program yang dijalankan berbeda. “Sengaja kita mencari tempat lain, bukan di masjid, karena kita ingin mendidik secara lebih tepat kepada santri SD/MI ini. Kalau digabungkan dengan yang besar, nanti kami kerepotan dalam mengawasinya” kata Ustadz Dimyati menambahkan.
Saya dengar Pesantren Darunnajah Cipining menyediakan banyak beasiswa. Saya sangat tertarik. Bisa dijelaskan?
Ya anda benar! Program beasiswa di Pesantren Darunnajah Cipining bisa didapatkan melalui banyak pintu. Setiap santri berhak mengambil beasiswa tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan banyaknya pintu tersebut, diharapkan para santri mendapatkan berbagai kemudahan sehingga bisa mendapatkan beasiwa melalui salah satu pintu yang ada.
Beasiswa-beasiswa yang disediakan oleh Pesantren Darunnajah Cipining adalah:
1. Beasiswa penuh sampai lulus. GRATIS Belajar Tanpa Biaya! Untuk siapa saja baik yang mampu atau yang kurang mampu ekonominya. Tidak ada persyaratan khusus untuk mendapatkan beasiswa ini. Hanya bermodalkan kesiapan untuk menghafal Al-Quran selama belajar di Pesantren, informasi selengkapnya bisa dibaca disini
2. Beasiswa penuh Ashabun Najah: beasiswa ini diberikan kepada siswa-siswi yang memiliki prestasi dan semangat yang tinggi dalam belajar. Siswa-siswi yang mendapatkan beasiswa ini akan mendapatkan pembinaan khusus, terutama learning by doing karena misi yang diembannya adalah menjadi kader pesantren yang berkompetensi, berdedikasi dan berprestasi. Bagi yang ingin mendapatkan beasiswa melalui pintu ini dapat menghubungi kepala Biro Pengkaderan, Ustadz Isa Abdillah, S.E. dengan nomor kontak 085813316131
3. Beasiswa Akademik: diberikan kepada santri yang meraih nilai dengan katagori mumtaz (istimewa) yaitu mulai dari 8,6 keatas. Beasiswa ini diberikan di setiap jenjang pendidikan yang ada di Darunnajah Cipining pada program TMI yaitu MTs dan MA berasrama.
4. Beasiswa bagi santri yang mendaftarkan keluarganya belajar di Darunnajah Cipining diberikan potongan biaya uang bulanan.
Berapa besar beasiswa di pesantren Darunnajah Cipining?
1. Santri baru: Uang pangkal Rp 2.800.000 + Uang bulanan Rp 400.000
2. Tahun berikutnya sampai tamat diberikan dana biaya sekolah, biaya makan, biaya asrama, dan kegiatan.
3. Setelah lulus mendapatkan beasiswa untuk kuliah sampai sarjana.
Bagus sekali, saya ingin mendaftar untuk beasiswa. Bagaimana caranya?
Silahkan telepon / SMS langsung ke Panitia Murid Baru di: 081584023061, 08567624377, 085714128744. Atau datang langsung ke pesantren kami. Rute menuju lokasi bisa anda lihat disini
Saya ingin mendaftar untuk yang non beasiswa. Bagaimana caranya?
Caranya mudah sekali. Kami telah membuat petunjuknya dengan lengkap dan jelas. Termasuk rincian fasilitas, biaya dan lain-lain. Untuk melihatnya silahkan klik disini. Anda juga bisa telepon / SMS langsung ke Panitia Murid Baru di: 081584023061, 08567624377, 085714128744. Atau datang langsung ke pesantren kami. Rute menuju lokasi bisa anda lihat disini
Saya ingin tahu lebih banyak lagi tentang pesantren ini. Bagaimana caranya?
Di website ini telah kami sediakan beragam informasi tentang Pesantren kami. Anda bisa mempelajarinya dengan senang hati. Kami juga melayani pertanyaan anda lewat telepon / sms. Silahkan hubungi nomor telepon yang tercantum di bagian kiri atas website ini. Adapun rangkuman informasi lengkap bisa anda lihat di brosur kami. Untuk melihat brosur silahkan klik disini









