TDOMF ERROR: Headers have already been sent in file /home/darunnaj/public_html/index.php on line 1 before session_start() could be called. This may be due to...

Diperdaya oleh Gemerlap Kehidupan Dunia dan Setan | Pondok Pesantren Darunnajah Cipining
Silahkan Telepon / SMS
Panitia Murid Baru:
- 0856 7624 377
- 0857 1412 8744

Pendidikan:
- 0815 929 7063
- 0852 1842 6324

Sekretaris:
- 0857 1487 3135
- 0856 6445 6310

Keuangan:
- 0858 8550 1228
- 0813 1120 6287
Video Profil
Lihat Video Profil
Alumni
New Comments
  • pondokpesantren: Pakaian santri sehari-hari bisa dilihat di http://darun...
  • pondokpesantren: wa alaikumussalam ya fahrullah, kami juga kangen sama antum :)
  • "secret": ass….tad saya pgen liat foto yg gambarna pakaian santri sehari2x ada...
  • fahrrullah al-aidid: assalamualaikum pa ustad smuanya… aduuuh saya jadi kangen...
  • pondokpesantren: Terima kasih Bapak Ridhwan, sungguh cita-cita yang mulia. Insya Allah...
Anda Adalah Pengunjung Ke

- Sejak 13 Juni 2007 -

Pendaftaran Get Adobe Flash player

Diperdaya oleh Gemerlap Kehidupan Dunia dan Setan

“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah”. (Q.S. Luqman [31]: 33).

Peringatan pada ayat ini sebenarnya lebih diarahkan kepada orang-orang kafir. Akan tetapi, sebagaimana disebutkan oleh Al-Ghazaly[1], “Orang-orang beriman (pun), jika mereka menyia-nyiakan perintah-perintah Allah (yaitu untuk mengerjakan amal shalíh), dan justru bergelimang maksiat, maka mereka tertipu seperti orang-orang kafir, yaitu oleh kehidupan dunia dan oleh setan (biang penipu).

Picture 025Orang-orang yang diperdayakan oleh kehidupan duniawi adalah mereka yang bersemboyan: “Kesenangan duniawi yang bersifat segera (materiil, kini, dan di sini) adalah lebih baik daripada pahala di akhirat kelak.” Inilah sejatinya slogan dan moto mazhab materialisme dan sekularisme. Mereka beranggapan kebahagiaan dan kesejahteraan duniawi itulah yang hakiki; sedangkan kebaha-giaan ukhrawi tidak lebih dari sesuatu yang (masih) meragukan. MasyaAllah!

Sungguh, ini adalah analogi yang sama sekali tidak logis ataupun rasional. Memperbandingkan dua hal yang berbeda hádala sesuatu yang keliru. Ini adalah bisikan iblis yang terlaknat, sebagaimana sejak awal dia telah menentang perintah Allah untuk tunduk dan memberi hormat kepada Nabi Adam a.s. Katanya, “Saya lebih mulia/baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, dan Engkau ciptakan dia (hanya) dari tanah.” Dengan demikian setan telah berasumsi tolok ukur keutamaan ada pada asal-usul dan materi penciptaan (padahal sejatinya tidak demikian).

Cara menghindari tipu daya ini ada dua macam: (1) dengan iman, dan (2) dengan argumentasi.

Yang dimaksud iman ialah: membenarkan Allah dalam firman-Nya:

“Dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal”. (Q.S. Asy-Syura [42]: 36).

Dan membenarkan firman-Nya:

“Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. (Q.S. Al-Hadid [57]: 20).

Juga membenarkan segala ajaran dan nasihat Rasulullah s.a.w.

Adapun yang dimaksud argumentasi ialah: hendaknya manusia itu memahami segi kesalahan analoginya. Ketika seseorang berkata, “Dunia ini adalah ibarat sesuatu balasan tunai, sedangkan akhirat adalah balasan yang tertunda”, ungkapan ini benar/sahih belaka. Akan tetapi ungkapan, “Balasan yang tunai (dunia) itu pasti lebih baik daripada yang ditunda (akhirat)”, di sinilah letak tipu daya itu, agar tercampuraduk yang hak dengan yang batil.

Adapun ungkapan “kebahagiaan dunia itu nyata, dan kebahagiaan akhirat itu (masih) diragukan adanya”, ini juga pola pikir yang sesat. Yang benar (justru) akhirat itu sesuatu yang pasti adanya bagi orang-orang yang beriman.

Hal kedua: terpedayanya orang-orang kafir oleh setan, sehingga mereka tidak mau menaati (perintah) Allah. Contohnya ialah kata-kata mereka, “Jika benar Allah akan membangkitkan kami sesudah mati, maka kamilah yang lebih berhak atas balasan pahala daripada orang-orang lain (maksudnya: orang-orang beriman)”, sebagaimana Allah ceritakan di dalam Al-Qur’an:

“Dan dia memasuki kebunnya sedang dia zalim terhadap dirinya sendiri[2]; ia berkata: “Aku kira kebun[3] ini tidak akan binasa selama-lamanya. Dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang. Dan jika sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada kebun-kebun itu”. (Q.S. Al-Kahfi [18]: 35-36).

“Ingatlah tatkala setan menggoda Adam a.s. Dia berkata, “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi[4] dan kerajaan yang tidak aka binasa?” (Q.S. Thaha [20]: 120).

Mereka mengira (karena Allah telah memberikan nikmat yang begitu banyak di dunia ini, maka pasti) Allah juga akan melimpahkan nikmat (pahala dan surga) di akhirat kelak. Mereka juga menduga (karena Allah telah menangguhkan siksa atas mereka di dunia ini, maka mestinya) Allah juga tidak akan mengadzab mereka di akhirat. Perhatikan, misalnya, firman Allah yang menceritakan hal ini:

“Dan mereka mengatakan kepada diri mereka sendiri: “Mengapa Allah tidak me-nyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu?” (Q.S. Al-Mujadilah [58]: 8).

Di lain kesempatan mereka memperhatikan banyak orang mukmin yang (justru) miskin, lalu mereka memperoloknya sambil berucap:

“Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?” (Q.S. Al-An’am [6]: 53).

“Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: “Kalau sekiranya dia (Al-Quran) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya[5]“. (Q.S. Al-Ahqaf [46]: 11).

“Orang-orang kafir itu menyangka Allah pasti mencintai mereka, karena telah bermurah hati kepada mereka di dunia ini. Yang benar tidak demikian. Bisa jadi (dan untuk mereka pasti) pemberian Allah itu justru merupakan istidraj[6], sebagaimana disebutkan di dalam Q.S. Al-Mukminun [23]: 55-56, juga dalam Q.S. Al-A’raf [7]: 182-183.[7] Camkan pula ayat Al-Qur’an di bawah ini:

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa”. (Q.S. Al-An’am [6]: 44).

Perhatikan dan ambillah pelajaran dari ending story kehidupan (misalnya) Fir’aun, Qarun, dan Namrudz di masa lalu. Ketentuan (sunnah) Allah tidak pernah akan berubah. Nasib serupa pasti akan menimpa siapapun yang berperangai dan berperilaku seperti ketiga manusia zalim itu, baik di masa sekarang maupun yang akan datang.

“Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar”. (Q.S. Ath-Thariq [86]: 17).

Sekali lagi, pahamilah firman Allah berikut ini:

“Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, Maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu memperdayakan kamu tentang Allah”. (Q.S. Fathir [35]: 5).

Wallahu a’lam bis-shawab.

Disampaikan Oleh; Ust, Mufti Abdul Wakil, S.Pd.I

Pada Khutbah Jum’at, di Masjid Jami’ Darunnajah Cipining


[1] Dalam kitabnya Al-Kasyfu Wa at-Tabyin fi Ghurur al-Khalqi Ajma’in.

[2] Yaitu: dengan keangkuhan dan kekafirannya.

[3] Kata kebun ini adalah kiasan bagi segala kesenangan duniawi: uang, kekuasaan, properti, dan sebagainya (pen.).

[4] Pohon itu dinamakan “syajaratul khuldi” (pohon kekekalan), karena menurut bisikan setan, orang yang memakan buahnya akan kekal, tidak akan mati.

[5] Maksud ayat ini ialah bahwa orang-orang kafir itu mengejek orang-orang Islam dengan mengatakan: kalau sekiranya Al-Quran ini benar tentu kami lebih dahulu beriman kepadanya daripada mereka orang-orang miskin dan lemah itu seperti Bilal, ‘Ammar, Suhaib, Habbab radhiyallahu anhum dan sebagainya.

[6] Arti istidraj adalah pemberian dengan tujuan menarik orang yang diberi secara berangsur-angsur ke arah kebinasaan, tanpa disadari.

[7] Lihat juga Q.S. At-Taubah [9]: 55, dan Q.S. Ali Imran [3]: 178.






Saya dengar Pesantren Darunnajah Cipining menyediakan banyak beasiswa. Saya sangat tertarik. Bisa dijelaskan?

Ya anda benar! Program beasiswa di Pesantren Darunnajah Cipining bisa didapatkan melalui banyak pintu. Setiap santri berhak mengambil beasiswa tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan banyaknya pintu tersebut, diharapkan para santri mendapatkan berbagai kemudahan sehingga bisa mendapatkan beasiwa melalui salah satu pintu yang ada.

Beasiswa-beasiswa yang disediakan oleh Pesantren Darunnajah Cipining adalah:

1. Beasiswa penuh sampai lulus. GRATIS Belajar Tanpa Biaya! Untuk siapa saja baik yang mampu atau yang kurang mampu ekonominya. Tidak ada persyaratan khusus untuk mendapatkan beasiswa ini. Hanya bermodalkan kesiapan untuk menghafal Al-Quran selama belajar di Pesantren, informasi selengkapnya bisa dibaca disini

2. Beasiswa penuh Ashabun Najah: beasiswa ini diberikan kepada siswa-siswi yang memiliki prestasi dan semangat yang tinggi dalam belajar. Siswa-siswi yang mendapatkan beasiswa ini akan mendapatkan pembinaan khusus, terutama learning by doing karena misi yang diembannya adalah menjadi kader pesantren yang berkompetensi, berdedikasi dan berprestasi. Bagi yang ingin mendapatkan beasiswa melalui pintu ini dapat menghubungi kepala Biro Pengkaderan, Ustadz Isa Abdillah, S.E. dengan nomor kontak 085813316131

3. Beasiswa Akademik: diberikan kepada santri yang meraih nilai dengan katagori mumtaz (istimewa) yaitu mulai dari 8,6 keatas. Beasiswa ini diberikan di setiap jenjang pendidikan yang ada di Darunnajah Cipining pada program TMI yaitu MTs dan MA berasrama.

4. Beasiswa bagi santri yang mendaftarkan keluarganya belajar di Darunnajah Cipining diberikan potongan biaya uang bulanan.

Berapa besar beasiswa di pesantren Darunnajah Cipining?

1. Santri baru: Uang pangkal Rp 2.800.000 + Uang bulanan Rp 400.000
2. Tahun berikutnya sampai tamat diberikan dana biaya sekolah, biaya makan, biaya asrama, dan kegiatan.
3. Setelah lulus mendapatkan beasiswa untuk kuliah sampai sarjana.

Bagus sekali, saya ingin mendaftar untuk beasiswa. Bagaimana caranya?

Silahkan telepon / SMS langsung ke Panitia Murid Baru di: 081584023061, 08567624377, 085714128744. Atau datang langsung ke pesantren kami. Rute menuju lokasi bisa anda lihat disini

Saya ingin mendaftar untuk yang non beasiswa. Bagaimana caranya?

Caranya mudah sekali. Kami telah membuat petunjuknya dengan lengkap dan jelas. Termasuk rincian fasilitas, biaya dan lain-lain. Untuk melihatnya silahkan klik disini. Anda juga bisa telepon / SMS langsung ke Panitia Murid Baru di: 081584023061, 08567624377, 085714128744. Atau datang langsung ke pesantren kami. Rute menuju lokasi bisa anda lihat disini

Saya ingin tahu lebih banyak lagi tentang pesantren ini. Bagaimana caranya?

Di website ini telah kami sediakan beragam informasi tentang Pesantren kami. Anda bisa mempelajarinya dengan senang hati. Kami juga melayani pertanyaan anda lewat telepon / sms. Silahkan hubungi nomor telepon yang tercantum di bagian kiri atas website ini. Adapun rangkuman informasi lengkap bisa anda lihat di brosur kami. Untuk melihat brosur silahkan klik disini


Diperdaya oleh Gemerlap Kehidupan Dunia dan Setan

Artikel lain yang berhubungan

Leave a Reply

pengertian istidraj, dunia setan, kehidupan dunia, arti Istidraj, kehidupan di dunia, cara menghindari zalim, cara menghindari ghurur, kehidupan dunia yg menipu, pengertian dunia gemerlap, cara menghindari al ghurur, pesantren al kahfi, setan dunia aherat, Tentang kehudupan setan
Cara Berlangganan Berita

Anda tak ingin ketinggalan berita tentang Darunnajah Cipining? Silahkan masukkan alamat email anda pada kolom dibawah ini. Kami akan kabari anda setiap ada berita terbaru

Kirim Tulisan
kirim