Sep 152011
 

“SATYAKU KU DARMAKAN DARMAKU KU BAKTIKAN”

Salam Pramuka,,,,,,,,,,,,

  1. A.           Sekilas Profil Pangkalan MA Darunnajah II 

 

Gerakan pramuka MA Darunnajah II Cipining Kabupaten Bogor mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi kaum muda sebagai tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, bertanggung jawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan serta membangun dunia yang lebih baik.

  Pangkalan MA Darunnajah II Cipining Kabupaten Bogor ini berdiri pada tahun pelajaran 1988/1989. Dengan nama  ambalan pramuka yang terbentuk saat itu adalah Ambalan Diponegoro. Ketika itu di bawah bimbingan pembina pada saat itu kakak Syaiful hadi, memberikan keperayaan kepada adik-adik tingkat penegak untuk memusyawarahkan apa nama ambalan yang akan di pakai untuk almamater pangkalan. Akhirnya melalui pertimbangan dan pemikiran, di pilihlah nama Ambalan Diponegoro pada saat itu.

Alasan pemilihan nama  Ambalan Diponegoro pada saat itu, karena salah  satunya adalah faktor nilai kepahlawanan Pangeran Diponegoro dalam membela tanah air tercinta ini. Dengan adanya nama Ambalan Diponegoro ini, diharapkan para pramuka penegak disini akan memiliki semangat juang, sebagaimana yang dilakukan oleh Pengeran Diponegoro untuk tanah air tercinta ini. Akan tetapi pada tahun itu ambalan yang berdiri hanya ambalan putra saja. Sebab, pada saat itu, siswanya hanya cuma ada putra saja.

  1. B.           Kode Kehormatan

Kode Kehormatan untuk Pramuka Penegak terdiri atas Satya(janji) dan Ketentuan Moral (Dharma)
Janji Pramuka Penegak disebut Trisatya. Bunyi Trisatya Pramuka Penegak berbeda dengan Trisatya Penggalang. Berikut bunyi Trisatya Penegak:

Trisatya Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan negara kesatuan Republik IndonesiaMengamalkan Pancasila, menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat, menepati Dasa Darma.

Ketentuan Moral Pramuka penegak disebut Dasa Dharma. Berikut isi Dasa Dharma Penegak:

DASA DHARMA

  1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Cinta alam dan kasih sayang kepada manusia
  3. Patriot yang sopan dan ksatria
  4. patuh dan suka bermusyawarah
  5. rela menolong dan tabah
  6. Rajin, trampil dan gembira
  7. Hemat cermat dan bersahaja
  8. Disiplin, berani dan setia
  9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
  10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

 

  1. C.           Kegiatan Pramuka Penegak

Kegiatan Pramuka Penegak adalah perwujudan dari sumpah di atas. Berikut ini acara-acara pertemuan Penegak:

  1. Lompat Tali (Kegiatan ini dilaksanakan di masing-masing Ambalan)
  2. Pelantikan penegak, Penegak Bantara & Laksana
  3. Gladian Pimpinan Sangga (DIANPINSA)
  4. Raimuna (Rover Moot)
  5. Perkemahan Wirakarya (Community Development Camp)
  6. Perkemahan Bhakti (sama dengan Perkemahan Wirakarya tetapi merupakan acara Satuan Karya).
  1. D.          Satuan Pramuka Tingkatan Penegak

Satuan terkecil Pramuka Penegak, dengan nama  istilahnya adalah Sangga yang terdiri atas 7 sampai 10 orang Penegak. Sangga dipimpin salah seorang Penegak yang disebut Pimpinan Sangga (Pinsang). Setiap 4 Sangga dihimpun dalam sebuah Ambalan, yang dipimpin Pradana. Ambalan dipimpin oleh seorang Ketua yang disebut Pradana, seorang sekretaris yang disebut Kerani, seorang Bendahara, dan seorang Pemangku Adat. Setiap Ambalan mempunyai nama yang bermacam-macam, bisa nama pahlawan, tokoh pewayangan dan lain sebagainya yang disesuaikan dengan karakter ambalan tersebut.

  1. E.           Kegiatan Latihan Mingguan.

 

Seperti kegiatan pramuka penegak di pangkalan lainya. Pangkalan Darunnajah II telah memiliki aktifitas kegiatan rutin yang sudah menjadi agenda latihan mingguan wajib. Berikut ini merupakan kegiatan agenda latihan mingguan wajib yang ada di Pangkalan Darunnajah II;

1.      Baris Berbaris (PBB)

Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI .

2.      Tanda Medan

Tanda Medan adalah sebuah tanda berbentuk gambar yang menunjukkan suatu tempat atau bangunan yang sering di gunakan oleh manusia seperti Masjid , rumah sakit atau yang lainnya.

3.      Menaksir.

Penaksiran adalah proses mengetahui sejumlah hal di alam melalui Panca indera, anggota tubuh, dan bantuan alat yang minimal. Untuk mempermudah penaksiran, sebaiknya kita mengetahui sebanyak mungkin segala sesuatu pada tubuh yang dapat dijadikan standar pengukuran, seperti :

  1. Panjang rentang tangan.
  2. Panjang jengkal jari.
  3. Lebar langkah kaki.
  4. Panjang telapak kaki.
  5. Tinggi badan.
  6. Kecepatan jalan.
  7. Setengah lari.
  8. Lari.
  9. Berat badan.     dll.

Berikut ini adalah contoh yang biasa di gunakan objek penaksiran di dalam kegiatan pramuka yang ada di pangkalan Darunnajah II Cipining Kab. Bogor.

 

  1. a.       Menaksir Lebar Dengan Menggunakan Topi.

 

Mungkin sedikit aneh ya mengapa dengan topi kok biza menaksir lebar sungai? nah inilah kelebihan ikut organisasi Pramuka, kita bisa banyak tw cara menggunakan alat yang serba sederhana .

Selamat mencoba mungkin akan sedikit susah dan bingung tapi kalau di perhatikan dengan baik pasti bisa.

Langkah-langkah :

Lihat ujung sungai yang ingin ditaksir dengan menggunakan topi pet. Lalu beri tanda dalam pikiran kita titik A. setelah di perhatikan, perlahan-lahan kita menghadap kekanan. Dan perhatikan lagi ujung topi pet dan beri tanda dalam pikiran kita titik B. Lalu beri tanda dimana lokasi ujung topi pet. Dan mulailah berjalan dari posisi kita ke titi B.

Catatan:

Setiap 2 langkah biasa 1 meter.

  1. Menaksir Dalam Sungai

Di daerah hulu di daerah penampang cenderung berbentuk dan bagian tengahnya lebih dalam dari bagian tengahnya, maka pengukuran sukar dilakukan.
Cara mengukur kedalamannya adalah :

Ambil galah yang cukup panjang. Lalu masukkan galah tersebut ke dalam sungai, usahakan galah tegak lurus terhadap permukaan sungai. Usahakan pengukuran dilakukan pada bagian tengah sungai. Lakukan pengukuran dibeberapa tempat.

 

  1. c.       Menaksir Kecepatan Arus Sungai

Letakkan benda terapung di titik O (benda akan hanyut). Setelah sekitar 15 menit (titik A), mulailah berjalan mengikuti benda tadi, sambil menghitung waktu hingga sampai di B (bertepatan dengan posisi benda X). Ukur jarak AB.

Kecepatan arus sungai = jarak AB / waktu.

  1. d.      Penaksiran Waktu


Untuk menaksir waktu dapat digunakan Naismith’s Rule (aturan Naismith). Cara tersebut merupakan cara klasik dalam memperkirakan waktu tempuh. Menurut aturan ini, kecepatan rata-rata ornag berjalan di medan horizontal adalah adalah 5 km/jam dan setiap kenaikan 300 meter ditamabah 0,5 jam. Untuk kecepatan turun digunakan rumus : setiap penurunan 300 meter, waktu tempuhnya 5 km/jam ditambah 10 menit. Perhitungan ini berlaku untuk medan yang tidak bersemak, selain itu, waktu tempuh akan bervariasi bergantung pada hal-hal, seperti : keadaaN FISIK, BEBAN YANG DIBAWA, keadaan lintasan (berpasir, tanah keras, bersalju, dll.),kondisi cuaca.

  1. Penaksiran Cuaca

Seorang pendaki gunung harus dapat membaca tanda-tanda cuaca, diantaranya:

  • Merah pada waktu malam hari, penanda cuaca baik.
  • Merah pada waktu pagi, penanda akan turun hujan.
  • Kuning pucat pada waktu matahari terbenam, penanda akan turun hujan.
  • Embun dan kabut pada pagi-pagi benar, penanda cuaca bagus.
  •  Kalau matahari terbit dari awan yang tinggi, penanda angin.
  • Dari bentuk-bentuk awan (lihat bagian awan).\
  1. f.        Penaksir Cuaca Dari Sikap Binatang:
  • Laba-laba membuat sarang siang hari berarti cerah
  • Kodok ribut berarti akan hujan.
  • Kambing mengembik ribut, berarti cuaca akan buruk.

4.      Morse

Kode Morse adalah sistem representasi huruf, angka, dan tanda baca dengan menggunakan sinyal kode. Kode Morse diciptakan oleh Samuel F.B. Morse pada tahun 1835.

Morse sebenarnya nama orang Amerika yang menemukan sebuah cara agar setiap manusia dapat saling berhubungan. Cara tersebut ditemukannya pada tahun 1837 tetapi baru dapat diterima untuk dipergunakan di seluruh dunia tahun 1851 dalam Konferensi Internasional.

Kode morse juga digunakan dan dipelajari di dunia kepramukaan atau kepanduan. Semboyan morse dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain :

  1. Suara, yaitu dengan menggunakan peluit
  2. Sinar yaitu dengan menggunakan senter.
  3. Tulisan yaitu dengan menggunakan titik (.) dan setrip (-).
  4. Bendera yaitu dengan bendera morse.

Kode morse disampaikan dengan cara menuip peluit dengan durasi pendek untuk mewakili titik dan meniup peluit dengan durasi panjang untuk mewakili garis.

Untuk menghafalkan kode ini digunakan metode yang mengelompokkan huruf-huruf berdasarkan bagaimana huruf ini diwakili oleh kode morsenya. Pengelompokan tersebut antara lain Alphabet dengan kode morse yang berkebalikan antara titik dan garis, misalnya huruf K yang diwakili oleh -.- berkebalikan dengan huruf R yang diwakili oleh .-. dan alfabet dengan kode morse berlawanan. Misalnya, huruf A yang diwakili oleh .- dan huruf N yang diwakili oleh -..

Kemampuan menerima dan mengirimkan kode morse merupakan salah satu dari kecakapan yang dapat menerima Tanda Kecakapan Khusus. Kode morse juga digunakan sebagai kunci dalam memecahkan Sandi Rumput.

Mengafal Morse dengan cepat :

Penghafalan dilakukan secara kelompok huruf EISH. TMOKH, AUV ,NDB, WFY, GLQ, CJZ

E   = .    T   = _        R   = ._.      F   = .._.
I   = ..   M   = _ _      K   = _._      L   = ._..
S   = ...  O   = _ _ _    W   = ._ _     Q   = _ _._
H   = .... KH  = _ _ _ _  G   = _ _.     Y   = _._ _
--------------------------------------------------

A   = ._   N   = _.        C   = _._.      X   = _.._
U   = .._  D   = _..       J   = ._ _ _    P   =._ _.
V   = ..._ B   = _...      Z   = _ _ ..

5.      Kompas.

Kompas adalah alat navigasi untuk mencari arah berupa sebuah panah penunjuk magnetis yang bebas menyelaraskan dirinya dengan medan magnetbumi secara akurat. Kompas memberikan rujukan arah tertentu, sehingga sangat membantu dalam bidang navigasi. Arah mata angin yang ditunjuknya adalah utara,seatan,timur dan barat .Apabila digunakan bersama-sama dengan jarum, maka kompas akan lebih akurat dalam menunjukkan arah. Alat ini membantu perkembangan perdagangan maritim dengan membuat perjalanan jauh lebih aman dan efisien dibandingkan saat manusia masih berpedoman pada kedudukan bintang untuk menentukan arah.

Alat apa pun yang memiliki batang atau jarum

Magnetis yang bebas bergerak menunjuk arah utara magnetis dari magnetosfer sebuah planet sudah bisa dianggap sebagai kompas. Kompas jam adalah kompas yang dilengkapi dengan jam matahari. Kompas variasi adalah alat khusus berstruktur rapuh yang digunakan dengan cara mengamati variasi pergerakan jarum

Kompas mempunyai bagiaan-bagian kom

pas yang terpenting antara lain :

1)      Dial

2)      tutup dial

3)      Visir

4)      Kaca pembesar

5)      jarum penunjuk

6)      jendela pengintai

7)      Huruf penunjuk

8)      Garis derajat

9)      Derajat

10)  Cicin pengait

Cara menggunakan kompas :

1)      Letak kompas pada tempat yang datar atau bisa di pegang seperti menembak senapan,kompas akan menunjukkan arah yang benar apabila jarum kompas tidak bergerak lagi.

2)      Bidik sasaran melalui jendela pengintai dengan menggunakan visir.

Rumus Back Azimuth/Back Reading

1)      Apabila sasaran kurang dari 180o = ditambah 180o
0o – 180o = X + 180o

2)      Apabila sasaran lebih dari 180o = dikurang 180o
180o – 360o = X – 180o
Contoh :
30o sasaran baliknya adalah 30o + 180o = 210o
240o sasaran baliknya adalah 240o – 180o = 60o

6.      Panorama.

Panorama berguna untuk menggambarkan kembali situasi atau keadaan suatu daerah pada suatu waktu, dan jika kita kembali lagi ke daerah tersebut kita akan dapat melihat perubahan-perubahan yang terjadi.
Laporan Panorama biasanya dibuat sebagai bahan penyelidikan/pengintaian untuk menilai suatu keadaan.

 

Cara Membuat Panorama

1)      Peralatan yang harus disediakan

  • Kertas Laporan.
  • Pensil HB dan 2B untuk mengarsir.
  • Ballpoint untuk menulis data dan keterangan.
  • Penggaris.
  • Kompas.
  • Masker atau Pembidik.

2)      Buatlah sebuah persegi panjang di atas sehelai kertas dengan perbandingan 2 : 1.

3)      Bidik sasaran yang akan dijadikan objek. Lalu tandai apa yang akan kita gambar.

4)      Pergunakanlah Masker/Pembidik, letakkan titik tengah pembidik kita pas pada objek yang kita tandai dengan menggunakan kompas sebelumnya.

5)      Gambarlah pemandangan yang dilihat pada kotak pembidik ke kertas laporan berupa sketsa saja.

6)      Janganlah menggambar yang bersifat sementara atau gambar bergerak seperti : kumpulan ternak, kendaraan, dsb.

7)      Mulailah mengarsir gambar panorama, mulailah dari yang terdekat lebih dahulu baru yang jauh.

8)      Selesai mengarsir lengkapilah data-data untuk ketengan gambar.

7.      Tali Temali Pramuka.

Tali temali adalah mencampuradukkan antara tali, simpul dan ikatan, Begitu juga di Pramuka tali di gunakan untuk banyak hal diantaranya:

1)      Mengangkat benda yang berat

2)      Mengikat tongkat atau tiang

3)      Menyambungkan Tali yang satu dan lainnya

4)      Untuk menarik benda yang berat

5)      Untuk mengikat benda yang mudah bergerak

Di pramuka juga mempunyai Ikatan-ikatan tali yang disebut SIMPUL , Simpul adalah hubungan tali dengan tali yang lain diantaranya :

1)      Simpul ujung tali

Gunanya agar tali pintalan pada ujung tali tidak mudah lepas

2)      Simpul mati

Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besar dan tidak licin

3)      Simpul anyam

Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan kering

4)      Simpul anyam berganda

Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan basah.

5)      Simpul erat

Gunanya untuk memendekkan tali tanpa pemotongan

6)      Simpul kembar

Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besarnya dan dalam keadaan licin

7)      Simpul kursi

Gunanya untuk mengangkat atau menurunkan benda atau orang pingsan

8)      Simpul penarik

Gunanya untuk menarik benda yang cukup besar

9)      Simpul laso

Gunanya untuk mengikat benda yang berbentuk lingkaran.

10)   Ikatan pangkal

Gunanya untuk mengikatkan tali pada kayu atau tiang, akan tetapi ikatan   pangkal ini dapat juga digunakan untuk memulai suatu ikatan.

11)  Ikatan tiang

Gunanya untuk mengikat sesuatu sehingga yang diikat masih dapat bergerak leluasa misalnya untuk mengikat leher binatang supaya tidak tercekik.

12)  Ikatan jangkar

Gunanya untuk mengikat jangkar atau benda lainnya yang berbentuk ring.

13)  Ikatan tambat

Gunanya untuk menambatkan tali pada sesuatu tiang/kayu dengan erat, akan tetapi mudah untuk melepaskannya kembali. Ikatan tambat ini juga dipergunakan untuk menyeret balik dan bahkan ada juga dipergunakan untuk memulai suatu ikatan.

14)  Ikatan tarik

Gunanya untuk menambatkan tali pengikat binatang pada suatu tiang, kemudian mudah untuk membukanya kembali. Dapat juga untuk turun ke jurang atau pohon.

15)  Ikatan turki

Gunanya untuk mengikat sapu lidi setangan leher

Ya itulah diantaranya simpul-simpul dan kegunaannya di Pramuka, tapi masih banyak simpul yang ada di Pramuka.

  1. F.            Prestasi pangkalan MA Darunnajah II

 

No

Kegiatan

Tahun

1. Mengikuti Jambore Tingkat Cabang di buper Cibinong Bogor 1989
2. Mengikuti Perkemahan Wira Karya Nasional  di Purbalinggo-Jateng ( yang diwakili oleh Syaiful hadi). 1990
3. Mengikuti Raimuna Nasional di Cibubur Jakarta (yang diwakili oleh Fristiawan yuliadi) 1992
4. Mengikuti Raimuna Daerah (Jawa Barat) Di Jatinangor, Sumedang Jawa Barat (Mewakili Kab. Bogor). 1991
5. Mengikuti Jambore Daerah (Jawa Barat) di Bekasi, Jawa Barat. 2005
6. Mengikuti Perkemahan Santri Nusantara Di Cibubur, Jakarta Timur. (dengan prestasi juara 1 kreasi IPTEK tepat guna penjernian air) dan memperoleh hadiah Rp. 15.000.000,00 2006
7. Mengikuti ASEAN OUTBOND dengan rute perjalanan Jakarta-Batam-Singapura-Tailand-Kamboja dan finish di Vietnam. 2004
8. Mengikuti Rover Moot Di Tailand (yang diwakili oleh Fristiawan yuliandi) 1992
9. Mengikuti Gladi Tangkas Medan Di Darunnajah Cipining yang di ikuti se-Jawa Dan Madura (menyabet juara umum) 2007
10. Mengikuti Perkemahan Santri Nusantara Di Jatinangor, Sumedang (Mewakili Kab. Bogor)

–          Juara 1 Tingkat Nasional Mengarang Bahasa Inggris.

–          Juara 3 Tingkat Nasional Teknologi Tepat Guna.

2009
11. Mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Tingkat Daerah (POSPEDA) 2010
12 Mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Tingkat Nasional  (POSPENAS). 2010

 

(Wardan/ Kasanudin)