Program Pertukaran Guru dan Pelajar dilaksanakan setiap tahunnya, kali ini Guru yang mendapatkan kesempatan untuk mengajar di London adalah Ust Syaeful Hadi, guru Bahasa Ingris Pesantren Darunnajah Cipining Bogor. Dalam kegiatan yang memakan waktu dua minggu ini, guru yang juga menjadi Pengajar Pramuka Darunnajah Cipining ini telah mempersiapkan segala sesuatunya. Terutama berkenaan tentang materi yang akan disampaikan disana. Jika di Pesantren, beliau mengajarkan mata pelajaran Bahasa Inggris, kini di Inggris beliau mengajarkan Pelajaran Geografi. Tentunya dengan dialek (bahasa) Inggris, dan dalam kesempatan itu juga, beliau memperkenalkan Indonesia dari segi geografis, seni dan budayanya.

PesantrenDitemani oleh 2 orang guru dari Darunnajah Jakarta, Ustadz Much Hasan Darojat dan Ustadzah Rizma Ilfi, serta 6 orang santri putri darunnajah, Ustadz Syaeful berangkat dari Jakarta menuju London pada hari Jumat 10 Mei 2013. Di hari yang sama, mereka tiba di bandara Mancester ke Keighley pukul 13.30 waktu setempat. Disana mereka diterima dan disambut dengan baik oleh Eilleen (pihak yang bertanggungjawab dengan program Pertukaran Guru dan Pelajar ini), beserta para Host Family.

Selain mengajar Geografi, baliau juga mengajarkan Pramuka, merupakan suatu kesan tersendiri, mnegajar Pramuka di Negeri asal Pramuka di temukan. Namun tidak seperti di Indonesia, di London yang suhu udaranya sangat ekstrim (minus 8 derajat celcius) kegiatan Pramuka lebih digemari dilakukan di dalam ruangan. Kegiatan Pertukaran guru ini berlangsung selama dua minggu, yakni dari tanggal 11-25 Mei 2013.

“Belajar Bahasa Inggris ternyata sangat penting” demikian yang disampaikan oleh Ust Syaeful Hadi kepada Redaksi Wardan. Betapa tidak, dengan kemampuan Bahasa Inggris yang dimilikinya bisa mengantarkan kita berkeliling dunia, menyambangi negeri luar yang sebelumnya hanya kita dengar atau lihat di televise saja. [WARDAN/Adara]

Share: