Jan 032013
 

Pesilat SBDC (Seni Bela Diri Darunnajah Cipining) atas nama Iqbal Maulana ditetapkan sebagai pesilat terbaik putra tingkat SMA dalam kegiatan festival dan kejuaraan pencak silat tingkat SD, SMP, SMA se-Jabodetabek di padepokan pencak silat-TMII Jakarta Timur, 27 s.d. 30 Desember 2012. Atas prestasi ini, Iqbal mendapatkan penghargaan khusus dari Menko Perekonomian RI, Bapak M. Hatta Rajasa. Selain itu, secara khusus pula, pesan Bapak Pencak Silat Dunia, Eddie M. Nalapraya kepada official tim, Ustadz Anwar Maulana, agar Iqbal terus dibina. Hal itu diungkapkannya sausai berfoto bersama.

Dalam pertandingan, Iqbal berhasil memperoleh medali emas setelah sebelumnya berhasil menaklukkan lawannya Fauzan Amin dari SMKN 58 Jakarta di partai 377 kelas C putra di babak final. Iqbal yang menempati sudut biru berhasil memperdayai Fauzan dengan jatuhan di sesi ketiga. Telak saja, kelima wasit mengangkat bendera biru saat keputusan pemenang.

Selain Iqbal, 3 pesilat Darunnajah Cipining di tingkat MTs juga menyumbang emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Alam Nufahmi memperoleh emas di kelas C putra tingkat MTs. Alam melenggang ke final setelah memenangi babak semifinal melawan Rio El-Bizri  dari SMPN 6 Tambun Selatan. Dalam babak final, ia bertemu dengan Anggara Rinaldi dari SMPN 52 Jakarta  di partai 448. Kemenangan Alam yang menempati sabuk  biru diperoleh dengan mengumpulkan point.

Penampilan heroik dipertontonkan oleh pesilat Rafi Sidqi di kelas H putra. Rafi menempati sudut biru dengan melawan Bimo Taufiq Adi Pratama dari SMP 3 Tambun Selatan di babak final pada partai 458. Pada sesi pertama yang berlangsung 1,5 menit, Rafi sudah membuat nge-down lawannya dengan berhasil menjatuhkannya. Di sesi kedua pun, dengan kepercayaan dirinya yang lebih baik, ia berhasil menjatuhkan lawannya untuk kedua kalinya. Dalam partai ini, Rafi berhasil mendapat emas.

Perolehan emas selanjutnya adalah dari kelas K putra atas nama Baharuddin Yusuf. Di babak final bernomor partai 464 ini, Bahar menghadapi lawannya atas nama Fikri Fathurrahman dari SMPIT Binaul Ummah di sudut merah. Di partai inipun, Bahar membuka pertandingan dengan menutup kesempatan lawan dengan menjatuhkannya. Hingga akhir pertandingan, ia berhasil mengungguli lawannya hingga wasit memberikan kemenangan telak.

Di partai 466 babak final kelas L putra, pesilat Luciano Hayatul Fauzi belum tampil maksimal. Ia mendapat perak setelah dikalahkan oleh lawan mainnya dari SMPN 27 Bekasi bernama Agus. Begitu pula dengan pesilat Banu Prasetyo yang hanya mendapat perunggu di kelas J putra di babak semifinal pada partai 432.

Keberhasilan para pesilat Darunnajah Cipining ini sangat dipengaruhi oleh offisial tim, Ustadz Anwar Maulana yang terus memotivasi mereka. Salah satu contohnya adalah, sebelum memasuki babak final, para peserta diberikan dorongan dan ia berjanji akan memberikan apresiasi khusus. Mentoring dan spirit selalu ia berikan agar para pesilat tampil maksimal sehingga memberikan prestasi terbaiknya.

“Alhamdulillah, kita menurunkan 19 pesilat kita dan mendapatkan 6 medali. Selain kalah tanding, beberapa pesilat tidak jadi jadi tanding karena masalah teknis. Semoga InsyaAllah kita akan perbaiki untuk ke depannya. Tapi, dengan dinobatkannya pesilat kita sebagai pesilat terbaik di event ini, sungguh luar biasa. Kita dapat membuktikan bahwa Darunnajah Cipining adalah termasuk yang terbaik itu” ujar Ustadz Anwar.

Adapun kejuaraan ini dilaksanakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan dipelopori oleh yayasan Sinar Warna Nusantara yang peduli terhadap kecerdasan dan budaya bangsa dengan memperebutkan piala Menko Perekonomian RI Bapak M. Hatta Rajasa. Tema yang disusung adalah ‘Tingkatkan Sportivitas Pencak Silat Sebagai Cerminan Jati Diri Bangsa’.

Dalam acara penutupan dan pembagian hadiah, hadir secara khusus Bapak Icuk Zulkafril (pejabat dari staf kementerian pendayagunaan aparatur negara dan reformasi negara), Bapak Pencak Silat Dunia (Bapak Eddie M. Nalapraya), ketua IPSI, dan tim dari pelatih persiapan Sea Game. (red)