JIHAD
Refleksi Keprihatinan Seorang Pendamba Kedamaian. Bukan bermaksud latah atau sekadar mencari popularitas, jika judul di atas dikemukakan di sini, pada saat ini. Telah banyak karya ilmiah komprehensif ditulis oleh para pakar yang kompeten di bidangnya maupun seminar dan sarasehan digelar membahas topik tersebut di atas. Editorial kali ini (hanya) ingin ikut andil menegaskan bahwa pemahaman terhadap istilah dimaksud memerlukan ‘pisau’ yang harus ‘tajam’ berupa kedalaman dan keluasan ilmu-ilmu agama Islam sebagai hasil dari tafaqquh fid-dien. Dan oleh karenanya, berjihad sebagai salah satu ibadah mestinya berdampak positif kepada terciptanya suasana kedamaian dan perdamaian, sebagaimana ditunjuk oleh makna generik islam atau silm itu sendiri. Jihad berarti perbuatan bersungguh-sungguh, sadar, dan serius. Ia bukan perbuatan ‘iseng,’ apalagi jika berakibat merusak dan mengancam. Lebih daripada itu, jihad selalu disandarkan kepada kata fillah (fi Allah) atau fi sabilillah. Makna frasa ini meniscayakan perilaku dan tindakan yang purposif, terbimbing oleh pemahaman terhadap ‘untuk apa Tuhan menciptakan manusia.’ Jihad fi sabilillah memang juga bermakna perang secara fisik dengan senjata. Tetapi, hal itu diperintahkan hanya kepada mereka yang (telah terlebih dahulu) diserang. Caranya juga tidak boleh ‘lempar batu sembunyi tangan.’ Mestinya sudah cukup teladan perilaku yang telah ditunjukkan oleh Rasul saw dan umat muslim generasi awal dalam situasi perang maupun damai. (Jihad) fi sabilillah mencakup segala macam usaha dan pengerahan daya upaya untuk menegakkan kalimat Allah dan meningkatkan harkat martabat kehidupan manusia. Oleh karenanya, antara lain, Rasul saw bersabda, “Barang siapa keluar dalam rangka menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah (fi sabilillah), sehingga ia kembali.” (Hadits riwayat At-Tirmidzi, dari sahabat Anas ra.). Namun sungguh disayangkan, akhir-akhir ini ada sekelompok orang yang secara obsesif ingin membentuk opini publik bahwa jihad adalah ‘yang penting berani mati’ dan/atau ‘tidak mengapa membunuh massa (yang belum tentu bersalah).’ Alih-alih mencapai maksud ambisius mereka (apalagi ridha Allah swt), tindakan brutal dan sadis mereka justru telah menimbulkan stigmatisasi dan sikap apriori (bahkan phobi) terhadap Islam dan kaum muslimin di kalangan umat lain. Bahkan kemungkinan besar hal itu pulalah yang dalam beberapa kasus telah menstimulus tindakan represif berlebihan dan berbau teror oleh pihak (sebagian) aparat keamanan dan intelijen negara terhadap umat muslim dan lembaga-lembaga Islam. Dalam hal ini kita sangat berharap dan perlu memperingatkan agar aparat bertindak secara proporsional dan professional (tidak dibenarkan sama sekali hanya berdasar kepada kecurigaan dan prasangka), serta tanpa ditunggangi interes busuk dari pihak mana pun yang hanya menghendaki keonaran dan instabilitas kehidupan umat dan bangsa tercinta. Para penentu kebijakan politik negara, dalam menangani isu terorisme ini, tidak boleh sekadar bermodal kepanikan. Sehingga, tidak timbul generalisasi; labelisasi Islam radikal, Islam fundamentalis/ekstrim, dan sebagainya. Umat muslim memang mengemban tugas berat tetapi mulia, yaitu menyelaraskan antara sikap toleran (tasamuh) dan ‘keras’ mempertahankan aqidah tauhid. Hemat kita, maksud kata asyidda’ ‘ala al-kuffar yang terdapat dalam ayat 29 surah al-Fath adalah teguh dan istiqamah dalam bertauhid, berdasar kepada ilmu -bukan sekadar fanatisme buta- dalam beragama. Hal yang lebih mengerikan adalah jika sikap itu disertai dengan tindakan menghina kepercayaan ‘orang lain’, padahal Allah swt telah secara tegas melarangnya sebagaimana tercantum dalam surah al-An’am ayat 108. Mari kita pelajari pula isi kandungan firman-Nya dalam surah al-Mumtahanah/60, ayat 8: “Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tiada (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” Kita yakin bahwa iman yang didasari ilmulah yang akan membuat orang mukmin tidak mudah-mudah merasa berada dalam ‘kepungan dan ancaman pihak lawan.’ Kita tidak hendak menafikan beratnya rintangan dan banyaknya gangguan serius dalam berdakwah. Tetapi, yang jauh lebih penting dan mendesak bagi kita adalah bagaimana menghadirkan (kembali) citra Islam dan kaum muslimin yang (bisa menjamin rasa) aman dan damai bagi segenap manusia dan dunia, lebih khusus lagi kepada sesama muslim. Bermain-main dengan senjata takfir adalah sangat kontraproduktif bagi usaha mengajak manusia ke jalan Allah yang lurus lagi benar. Memang, masalah yang menjadi concern kita bersama ini tidaklah simpel (sekadar disebabkan oleh salah memahami konsep jihad, misalnya). Oleh karenanya marilah kita analisis masalah tersebut sesuai dengan kompetensi masing-masing, lalu kita himpun suatu konsep yang holistik dan solusi yang komprehensif. Kadang kita lalai bahwa sesungguhnya Tuhan telah mengingatkan kita agar (selalu) berdoa: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami Ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau, Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q,s. alMumtahanah/60:5) Akhirnya, marilah kita bertanya kepada diri kita masing-masing, “benar-benar inginkah kita masuk ke dalam (dan menjadi penghuni) surga Tuhan?” Padahal, ia dinamai sendiri oleh Dzat yang Mahadamai sebagai ‘rumah kedamaian’ (Dar al-salam).
Saya dengar Pesantren Darunnajah Cipining menyediakan banyak beasiswa. Saya sangat tertarik. Bisa dijelaskan?
Ya anda benar! Program beasiswa di Pesantren Darunnajah Cipining bisa didapatkan melalui banyak pintu. Setiap santri berhak mengambil beasiswa tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan banyaknya pintu tersebut, diharapkan para santri mendapatkan berbagai kemudahan sehingga bisa mendapatkan beasiwa melalui salah satu pintu yang ada.
Beasiswa-beasiswa yang disediakan oleh Pesantren Darunnajah Cipining adalah:
1. Beasiswa penuh sampai lulus. GRATIS Belajar Tanpa Biaya! Untuk siapa saja baik yang mampu atau yang kurang mampu ekonominya. Tidak ada persyaratan khusus untuk mendapatkan beasiswa ini. Hanya bermodalkan kesiapan untuk menghafal Al-Quran selama belajar di Pesantren, informasi selengkapnya bisa dibaca disini
2. Beasiswa penuh Ashabun Najah: beasiswa ini diberikan kepada siswa-siswi yang memiliki prestasi dan semangat yang tinggi dalam belajar. Siswa-siswi yang mendapatkan beasiswa ini akan mendapatkan pembinaan khusus, terutama learning by doing karena misi yang diembannya adalah menjadi kader pesantren yang berkompetensi, berdedikasi dan berprestasi. Bagi yang ingin mendapatkan beasiswa melalui pintu ini dapat menghubungi kepala Biro Pengkaderan, Ustadz Isa Abdillah, S.E. dengan nomor kontak 085813316131
3. Beasiswa Akademik: diberikan kepada santri yang meraih nilai dengan katagori mumtaz (istimewa) yaitu mulai dari 8,6 keatas. Beasiswa ini diberikan di setiap jenjang pendidikan yang ada di Darunnajah Cipining pada program TMI yaitu MTs dan MA berasrama.
4. Beasiswa bagi santri yang mendaftarkan keluarganya belajar di Darunnajah Cipining diberikan potongan biaya uang bulanan.
Berapa besar beasiswa di pesantren Darunnajah Cipining?
1. Santri baru: Uang pangkal Rp 2.800.000 + Uang bulanan Rp 400.000
2. Tahun berikutnya sampai tamat diberikan dana biaya sekolah, biaya makan, biaya asrama, dan kegiatan.
3. Setelah lulus mendapatkan beasiswa untuk kuliah sampai sarjana.
Bagus sekali, saya ingin mendaftar untuk beasiswa. Bagaimana caranya?
Silahkan telepon / SMS langsung ke Panitia Murid Baru di: 081584023061, 08567624377, 085714128744. Atau datang langsung ke pesantren kami. Rute menuju lokasi bisa anda lihat disini
Saya ingin mendaftar untuk yang non beasiswa. Bagaimana caranya?
Caranya mudah sekali. Kami telah membuat petunjuknya dengan lengkap dan jelas. Termasuk rincian fasilitas, biaya dan lain-lain. Untuk melihatnya silahkan klik disini. Anda juga bisa telepon / SMS langsung ke Panitia Murid Baru di: 081584023061, 08567624377, 085714128744. Atau datang langsung ke pesantren kami. Rute menuju lokasi bisa anda lihat disini
Saya ingin tahu lebih banyak lagi tentang pesantren ini. Bagaimana caranya?
Di website ini telah kami sediakan beragam informasi tentang Pesantren kami. Anda bisa mempelajarinya dengan senang hati. Kami juga melayani pertanyaan anda lewat telepon / sms. Silahkan hubungi nomor telepon yang tercantum di bagian kiri atas website ini. Adapun rangkuman informasi lengkap bisa anda lihat di brosur kami. Untuk melihat brosur silahkan klik disini





