Pimpinan dan pengasuh Pesantren Darunnajah Cipining, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc menyinggung soal bagaimana sosok pribadi muttaqien pascaramadhan, saat memberikan tausiyah halal bihalal keluarga  besar yayasan Darunnajah di Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14, Paleuh Serang Banten, Jum’at (1/10/10) lalu.

KH. Jamhari: Menginginkan Sosok Muttaqien PascaRamadhan

Dalam penjelasannnya, beliau mengajak hadirin untuk flash back, kembali merasakan saat-saat melaksanakan ibadah Shoum. “Ibadah shoum telah mengajarkan bagaimana sosok pribadi yang agung penuh kemuliaan. Bagaimana Ramadhan telah mengajarkan kita untuk sabar, mampu mengekang hawa nafsu, dan mampu menjaga semua anggota tubuh kita berprilaku terkontrol. Belum lagi sahur, makan sahur sebenarnya tidak begitu penting, karena insyaallah kita kuat berpuasa tanpa sahur. Namun, sejatinya sahur bukan hanya untuk makan, lebih jauh daripada itu, bangun sahur telah kita ikuti dengan bangun juga untuk shalat malam”

Oleh karenanya, Kyai yang juga menjabat ketua dewan nazir ini mempersuasi hadirin untuk melanjutkan semua kebaikan yang telah dilakukan selama Ramadhan. “Mari kita tetap berlaku sabar, menjaga diri kita sebaik-baiknya, dan menegakkan shalat-shalat sunnah seperti tahajjud, witir, dhuha, dll, sehingga kita menjadi yang benar-benar muttaqien. Amin”.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, dalam sambutannya, pendiri Darunnajah, KH. Mahrus Amin, mengingatkan kembali wasiat para pendiri lain yang harus menjadi pijakan para pengelola pesantren Darunnajah dari pusat hingga cabangnya yang ke 14. Wasiat KH. Manaf Muhayyar misalnya, beliau menginginkan agar Darunnajah bisa memberikan beasiswa (cuma-cuma)kepada seluruh santrinya. Untuk mengaplikasikan amanat ini, Darunnajah telah memulai dengan membuka program anak asuh yang bernama Ashabunnajah (baca reportase beasiswa).

KH. Mahrus Amin: Segarkan Kembali Wasiat-Wasiat Para Pendahulu

Wasiat selanjutnya dari Bapak Komaruzzaman, beliau mengharapkan agar Darunnajah mendidik santrinya menjadi terampil. Kemudian terampil ini dijabarkan dengan mampu berkarya, baik dalam pikiran maupun berbentuk karya cipta.

Sedangkan KH. Mahrus sendiri menyampaikan keinginannya terkait dengan obsesi beliau menyelenggarakan pendidikan pesantren di setiap tempat. “Bahkan saya mau, pesantren Darunnajah ini ada di setiap kecamatan dan desa. Sehingga keberadaannya dapat membantu masyarakat. Masyarakat membantu pesantren dan pesantren membantu masyarakat”.

Menyempurnakan kegiatan halal bihalal yang turut dihadiri tokoh masyarakat dan agama dari wilayah sekitar pesantren Darunnajah 14, KH. Mad Roja sukarta, Pimpinan pesantren Darul Muttaqien Parung Bogor, memimpin do’a. Usai itu, pembagian door prize menjadi sesi yang meleburkan keakraban antara keluarga besar Darunnajah. (Wardan/Billah)

Suasana Halal Bihalal

Share: