Kronologi Kegiatan Santri Nihai
Santri kelas nihai (kelas VI TMI/kelas XII MA) merupakan santri senior yang telah menempuh program pendidikan selama 4 hingga 6 tahun di Pesantren Darunnajah Cipining. Mereka memiliki segudang kegiatan yang wajib diikuti. Berikut rangkaian kegiatan kelas akhir tersebut.
Semangat santri yang senantiasa membara dalam mengaji dan studi (belajar) merupakan upaya yang selaras lurus dengan peningkatan kualitas diri. Sudah mafhum, bahwa hanya dengan bermodal iman dan berbekal ilmu sajalah Allah SWT. akan meningkatkan derajat, kedudukan dan posisi seorang, seperti diterangkan dalam QS. Al-Mujadalah:11.
Santri kelas nihai (kelas VI TMI/kelas XII MA) merupakan santri senior yang telah menempuh program pendidikan selama 4 hingga 6 tahun di Pesantren Darunnajah Cipining. Mereka memiliki segudang kegiatan yang wajib diikuti. Berikut rangkaian kegiatan kelas akhir tersebut.
Ujian Praktik Mengajar (Amaliyah Tadris)
Sesuai dengan salah satu visi Darunnajah Cipining yaitu mempersiapkan guru-guru tenaga pendidik Islam yang professional, maka para santri sudah mulai diperkenalkan dengan ilmu pendidikan semenjak di kelas III TMI. Dan untuk mengetahui sejauh mana para santri mampu menyerap dan mengaplikasikan teori didaktik metodik tersebut, maka seluruh santri kelas VI TMI asrama dan non asrama diharuskan mengikuti Ujian Praktik Mengajar (amaliyah tadris).
Untuk menyegarkan kembali dan mematangkan persiapan para peserta ujian praktek mengajar, maka mereka diberi pembekalan yang berlangsung di gedung Sekretariat Pesantren, tanggal 28-29 Januari 2007. Adapun materi yang disampaikan adalah sebagai berikut:
Istilah kritikan (Naqd) dalam bahasa Arab (Ustadz Musthofa Kamal, S.Pd.I.), Bahasa Inggris (Ustadz Syaiful Hadi Scada, S.Pd.I.), Methodologi Muhadatsah (Ustadz Faruq Abshori), Tarikh Islam (Ustadz Jeje Juraemi, S.Ag.), Naqd berbahasa Inggris (Ustadz Irfan Nuryani, S.Ag.), Thoriqoh ilqo’il Mufrodat (Ustadz Achmad Rosichin), Imla’ (Ustadz Fathul Mu’min, S.Ag.), Nahwul Wadhih (Ustadz Muhlisin Muhtarom, S.H.I.).
Setelah mendapatkan pembekalan dan memiliki i’dad (persiapan mengajar) mereka melaksanakan ujian praktik sesuai dengan materi pelajaran, jadwal dan kelompok masing-masing. Dalam praktiknya, mereka dinilai oleh guru pembimbing dan rekan-rekan sekelompoknya. Ujian praktik didahului dengan amaliyah percontohan oleh Ajen Fahreja (Mahfudzot, kelas 2 A), Sinta Komalasari (Bahasa Inggris, kelas 2 C), Asep Fikrul Yaqin (Aqidah Akhlak, kelas 3 C), dan Nani Karmila (Muthola’ah, kelas 2E).
Ujian ini merupakan salah satu ciri khusus pola pendidikan TMI dan terbukti efektifitasnya dengan banyaknya alumni Darunnajah yang ‘menjadi pahlawan tanpa tanda jasa’ baik di tingkat dasar, SLTP, SLTA dan Perguruan Tinggi. Dalam pelaksanaan ujian ini, para peserta dinilai dari berbagai aspek, yaitu = naskah satuan pelajaran/I’dad, Thariqah dan Khutuwat (metode dan langkah-langkah pengajaran), isi/bobot materi pelajaran, sikap dan perangai guru, penggunaan alat peraga, bahasa, absensi kehadiran dalam pembekalan dan praktik mengajar, serta naqd/kritikan terhadap teman sekelompoknya yang sedang mengajar.
Berikut adalah tabel perolehan nilai amaliyah tadris tahun pelajaran 2006-2007, yang diselenggarakan dari tanggal 3-8 Februari 2007 dan diikuti oleh 69 santri, 39 santri putra dan 30 santri putri:
|
No |
Kriteria |
Jumlah |
|
1 |
Istimewa |
3 Santri |
|
2 |
Baik Sekali |
28 Santri |
|
3 |
Baik |
31 Santri |
|
4 |
Cukup |
6 Santri |
Maksimalkan Ikhtiar, Hadapi UN Dengan Wajar
“No Gain Without Pain”, (tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan). Untuk mencapai hasil yang maksimal memang diperlukan usaha yang optimal. Tidak akan pernah terjadi hujan emas dari langit.
Ujian Nasional (UN) yang dimaksudkan Pemerintah sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional, mestinya disikapi dengan proporsional dan professional. Berangkat dari pemahaman tersebut, Pesantren Darunnajah Cipining berusaha mengarahkan anak didiknya agar memiliki persiapan memadai secara lahir dan batin.
Setelah mengikuti 3 kali try out, para santri kelas 3 Madrasah Aliyah Darunnajah juga terus mendapatkan bimbingan berupa pemadatan materi ujian: Ekonomi dan Akuntansi (Ustadz Drs. Abdul Rosyid Sholeh), Bahasa Inggris (Ustadz Mualim Fajri), Bahasa Indonesia (Ustadz M. Musta’in Billah). Mereka juga mengadakan diskusi materi Al-Qur’an Hadits dipandu oleh Ustadz Muhammad Mufti Abdul Wakil.
Sebagaimana Sekolah Menengah Atas lainnya, MA Darunnajah Cipining melaksanakan UN dari tanggal 17-19 April 2007, dilanjutkan dengan ujian praktik olahraga pada hari Jum’at, 20 April 2007 dan Ujian Akhir Pesantren (Ujian Nihai Tahap Kedua), 21-28 April 2007. Sehari kemudian, mereka kembali berjibaku dalam Ujian Akhir Sekolah (UAS) dari tanggal 30 April – 5 Mei 2007.
Orientasi Perguruan Tinggi, Mantapkan Pilihan Hati
Menentukan suatu pilihan yang berkaitan dengan prospek masa depan, tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dan bagi siswa kelas III SLTA untuk mendapatkan perguruan tinggi dambaan hati yang sesuai dengan minat dan bakat juga bukanlah perkara mudah, belum lagi masalah memasuki dunia kerja seusai belajar di bangku perkuliahan.
Untuk itulah, pada hari Ahad, 06 Mei 2007, para calon alumni TMI angkatan ke-14 mendapatkan orientasi perguruan tinggi yang disampaikan langsung oleh beberapa alumni TMI yang sedang studi atau mengajar di lembaga tersebut, antara lain:
Universitas Nasional Jakarta, oleh Aos Yuli Firdaus, M.Si. (Alumni TMI angkatan IV tahun 1997, S2 UGM, dan kini mengajar di UNAS dan UMJ).
1. Universitas Muhammadiyah Jakarta, oleh Ustadz Septa Chandra (Alumni TMI angkatan XI tahun 2004, kini duduk di semester IV Fakultas Hukum UMJ).
2. UHAMKA, oleh Ustadzah Ella Hulasoh, S.Sos. (Alumnus TMI angkatan VIII tahun 2001 dan lulusan UHAMKA).
3. STAI Nida El Adabi, Bogor oleh Ustadz M. Zakaria, M.Ag. (Alumni TMI angkatan II tahun 1995, Alumnus S-2 IIQ Jakarta dan Dosen STAI NIda El-Adabi ).
4. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STIMIK) Pranata Indonesia Bogor, oleh Nurjen, SE.
Pada hari itu disampaikan juga peluang kerja di Arab Saudi oleh Sihabuddin (Alumni TMI anghatan III tahun 1996, marketing manager PT Yomba Bimbu yang bergerak di bidang jasa pengiriman TKI).
Kyai Jamhari Bekali Calon Alumni
Salah satu prinsip Darunnajah Cipining adalah “berdiri di atas dan untuk semua golongan”. Dari prinsip inilah segenap alumni Darunnajah diharapkan mau dan mampu menyampaikan risalah islamiyah ke segenap lapisan masyarakat. Untuk lebih memantapkan mental dan mengokohkan semangat juang para calon alumni, Senin, 07 Mei 2007 mereka mendapatkan pembekalan tentang problematika da’wah islamiyah dan lika-liku kehidupan bermasyarakat oleh pimpinan pesantren Darunnajah Cipining KH Jamhari Abdul Jalal, Lc.
Dalam pertemuan tersebut kyai alumni IPD Gontor (Tarbiyah) dan Ummul Quro Makkah (Syari’ah) ini memberikan motivasi agar para calon alumni tidak puas dengan ilmu yang sudah didapatkan. “Hendaknya masing-masing dari kalian berusaha agar bisa meneruskan belajar di bangku kuliah, karena banyak perguruan tinggi dengan biaya terjangkau, bahkan ada yang gratis” jelas beliau dengan semangat. Dan seperti biasanya, beliau mengisahkan perjalanan hidup beliau yang diharapkan menjadi inspirasi bagi para santri dalam menyongsong masa depan.
Pada hari itu juga dipresentasikan tentang pendidikan di sekolah tinggi ilmu ekonomi (STIE) Pandu Madania Bogor, oleh Fakhruddin, SE. (Alumni TMI Angkatan I tahun 2004, dan dosen perguruan tinggi tersebut).
Nihai Present Night “Under The Stars”
Disamping belajar formal di kelas dan mentoring keagamaan di masjid/asrama, para santri juga sangat gemar mengembangkan diri di berbagai bidang, antara lain seni. Seperti angkatan sebelumnya, para calon alumni tahun 2007 mempersembahkan segala kebolehannya dalam agenda panggung gembira dengan tajuk “UNDER THE STARS”.
‘SANTRI AMERIKA’ tampil di PG Santri Putra.
Kamis malam santri segera menuju gedung pertemuan yang sudah disulap oleh santri nihai menjadi arena pentas seni. Pada tanggal 10 Mei 2007 tersebut hadir juga dewan guru dan beberapa orang tua/wali santri.
Acara yang dipandu oleh M. Shofwan dan Akbar Mufid itu, dimulai dengan lantunan ayat suci Al-qur’an oleh Ahmad Sopandi. Selanjutnya Kepala MA, Drs. Abdul Rosyid Sholeh, dalam sambutannya mengingatkan kepada calon alumni agar tidak terlena dan tetap istiqomah dalam berdisiplin, karena pendidikan yang selama ini mereka dapatkan dari pesantren sudah semestinya menjadi bukti bahwa nilai-nilai Islam itu bersifat universal dan bersifat rohmatan lil alamin.
Sambutan lainnya disampaikan oleh Kepala Biro Pengasuhan Santri, Ustadz Achmad Rosichin Ws. beliau mengajak agar pada acara PG tersebut, seluruh hadirin tetap menjaga etika/adab seorang muslim “Hendaknya kita menyimak Al-qur’an yang sedang dibaca ….. kita boleh bergembira tetapi tetap harus menjaga etika ..! ungkap alumni TMI Darunnajah Cipining angkatan pertama tersebut. Beliau juga membuka pagelaran pentas seni tersebut secara simbolis dengan pemukulan drum yang disambut dengan tepuk tangan segenap hadirin.
Penampilan yang disuguhkan pada malam itu antara lain: Band El-Salsa yang membawakan salah satu album Ungu, tari kombinasi yang diperagakan oleh seluruh Santri Nihai, pembacaan berita “gado-gado”, dan drama atau operet kehidupan dengan pemeran utama Agung Saputra yang menyentuh nurani. Tidak ketinggalan pula anak-anak “Bengkel Sastra” dengan puisi kontemporer seputar amanat kekuasaan. Tampil juga Fikri Indra Silmy yang mengisahkan suka dukanya selama 11 bulan “nyantri” di Amerika Serikat dalam program pertukaran pelajar. “Banyak juga hal positif yang bisa kita ambil dari masyarakat Amerika, seperti disiplin waktu dan semangat kerja kata santri asal Parung Panjang Bogor tersebut.
Panggung Gembira Santri Putri
Pada malam berikutnya, di tempat yang sama giliran santri putri kelas VI TMI unjuk gigi. Pertemuan yang dihadiri seluruh santriwati dan ustadzah ini diawali dengan lantunan ayat suci Al-qur’an oleh Ika Muslimah, dilanjutkan sambutan oleh Ustadzah Kunarti, S.Pd.I. selaku pembimbing angkatan. Sambutan juga disampaikan oleh ketua panitia Sinta Komalasari. Adapun sambutan ucapan selamat jalan dari adik-adik kelas diwakili oleh Rifa’atul Maftuhah, kelas V TMI dan ketua OSDC putri.
Disamping penampilan perdana talent show Musium Patung, pada kesempatan itu juga disuguhkan juga beberapa kreasi santri seperti Qasidah dengan flokalis Siti Aisyah B, operet Putri Salju, puisi kontemporer, tari Betawi, tari Islami yang cukup meriah. Rangkaian acara yang di pandu oleh Siti Aisyah A dan Nur Lailatul Farhah itu juga diselingi dengan “Nihai Award” bagi adik-adik kelas dengan kriteria santri paling rajin, santri paling rapi, dan lain sebagainya. Pertemuan ini disudahi dengan menyanyikan lagu koor angkatan XIV yang mengharu-birukan suasana hati segenap yang hadir, dilanjutkan dengan jabat tangan yang diiringi isak tangis.
“Kami bangga, meskipun dengan persiapan dan finansial yang minim namun bisa menampilkan yang terbaik” kesan Sinta, ketua panitia, kepada WARDAN melalui pesan singkatnya.
Saya dengar Pesantren Darunnajah Cipining menyediakan banyak beasiswa. Saya sangat tertarik. Bisa dijelaskan?
Ya anda benar! Program beasiswa di Pesantren Darunnajah Cipining bisa didapatkan melalui banyak pintu. Setiap santri berhak mengambil beasiswa tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan banyaknya pintu tersebut, diharapkan para santri mendapatkan berbagai kemudahan sehingga bisa mendapatkan beasiwa melalui salah satu pintu yang ada.
Beasiswa-beasiswa yang disediakan oleh Pesantren Darunnajah Cipining adalah:
1. Beasiswa penuh sampai lulus. GRATIS Belajar Tanpa Biaya! Untuk siapa saja baik yang mampu atau yang kurang mampu ekonominya. Tidak ada persyaratan khusus untuk mendapatkan beasiswa ini. Hanya bermodalkan kesiapan untuk menghafal Al-Quran selama belajar di Pesantren, informasi selengkapnya bisa dibaca disini
2. Beasiswa penuh Ashabun Najah: beasiswa ini diberikan kepada siswa-siswi yang memiliki prestasi dan semangat yang tinggi dalam belajar. Siswa-siswi yang mendapatkan beasiswa ini akan mendapatkan pembinaan khusus, terutama learning by doing karena misi yang diembannya adalah menjadi kader pesantren yang berkompetensi, berdedikasi dan berprestasi. Bagi yang ingin mendapatkan beasiswa melalui pintu ini dapat menghubungi kepala Biro Pengkaderan, Ustadz Isa Abdillah, S.E. dengan nomor kontak 085813316131
3. Beasiswa Akademik: diberikan kepada santri yang meraih nilai dengan katagori mumtaz (istimewa) yaitu mulai dari 8,6 keatas. Beasiswa ini diberikan di setiap jenjang pendidikan yang ada di Darunnajah Cipining pada program TMI yaitu MTs dan MA berasrama.
4. Beasiswa bagi santri yang mendaftarkan keluarganya belajar di Darunnajah Cipining diberikan potongan biaya uang bulanan.
Berapa besar beasiswa di pesantren Darunnajah Cipining?
1. Santri baru: Uang pangkal Rp 2.800.000 + Uang bulanan Rp 400.000
2. Tahun berikutnya sampai tamat diberikan dana biaya sekolah, biaya makan, biaya asrama, dan kegiatan.
3. Setelah lulus mendapatkan beasiswa untuk kuliah sampai sarjana.
Bagus sekali, saya ingin mendaftar untuk beasiswa. Bagaimana caranya?
Silahkan telepon / SMS langsung ke Panitia Murid Baru di: 081584023061, 08567624377, 085714128744. Atau datang langsung ke pesantren kami. Rute menuju lokasi bisa anda lihat disini
Saya ingin mendaftar untuk yang non beasiswa. Bagaimana caranya?
Caranya mudah sekali. Kami telah membuat petunjuknya dengan lengkap dan jelas. Termasuk rincian fasilitas, biaya dan lain-lain. Untuk melihatnya silahkan klik disini. Anda juga bisa telepon / SMS langsung ke Panitia Murid Baru di: 081584023061, 08567624377, 085714128744. Atau datang langsung ke pesantren kami. Rute menuju lokasi bisa anda lihat disini
Saya ingin tahu lebih banyak lagi tentang pesantren ini. Bagaimana caranya?
Di website ini telah kami sediakan beragam informasi tentang Pesantren kami. Anda bisa mempelajarinya dengan senang hati. Kami juga melayani pertanyaan anda lewat telepon / sms. Silahkan hubungi nomor telepon yang tercantum di bagian kiri atas website ini. Adapun rangkuman informasi lengkap bisa anda lihat di brosur kami. Untuk melihat brosur silahkan klik disini





