May 112012
 

Dalam lagu kepesantrenan berjudul ‘Oh Pondokku’ tertulis disana bahwa pesantren adalah metafora ibu kandung bagi seorang santri. Hal ini menunjukkan bahwa pesantren memberikan pelayanan yang prima kepada santri laksana pelayanan ibu kepada anak kandungnya. Seperti sang Ibu yang memilihkan apapun yang terbaik bagi anak-anaknya, pesantren pun demikian. Bahkan, pesantren menginginkan kesuksesan bagi para santrinya dalam kehidupan selanjutnya, bagai harapan sang Ibu.

Melihat agenda yang semakin dekat untuk melepas para santri kelas akhir (XII MA/SMK) dalam pendidikan tingkat lanjut, pesantren menyelenggarakan kegiatan berupa orientasi perguruan tinggi dengan mengundang perguruan-perguruan tinggi ternama. Pengasuh pesantren, KH Jamhari Abdul Jalal, Lc menjelaskan, bahwa kegiatan ini adalah bentuk pelayanan pesantren kepada santri yang akan lulus dari pendidikan pesantren. Diharapkan, para santri tidak perlu lagi menghabiskan tenaga dan waktu untuk mencari atau survey ke kampus-kampus. Dengan adanya orientasi ini, mereka bisa memilih dan menentukan perguruan tinggi yang terbaik guna melanjutkan pendidikan para santri.

Ketua panitia, Ustadz Afif Maghfuri, S.Pd.I juga mengatakan bahwa selain memberikan orientasi tentang seluk beluk dunia kampus, para nara sumber yang memang datang dari utusan perguruan tinggi itu menawarkan berbagai macam program beasiswa. Sebut saja STEI SEBI misalnya, pada bulan sebelumnya telah memberikan beasiswa belajar kepada 3 santri Darunnajah Cipining.

Begitu pula dengan STEI Tazkia, dalam orientasi yang disampaikan oleh mahasiswanya dan juga merupakan alumni penerima beasiswa, Saudara Yusep Supriatna dkk, pada Rabu, 9 Mei 2012 kemarin, mengadakan seleksi beasiswa melalui ujian. Kepada para santri, Yusep menjelaskan, hasil ujian tersebut akan diberikan kepada pihak Tazkia, kemudian pihak Tazkia akan menindaklanjuti proses beasiswa tersebut.

Selain itu, berkesempatan pula memaparkan program studi (prodi) kampusnya, yaitu STAIDA (Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah) dan STMIK Darunnajah (Sekolah Tinggi Manajemen dan Ilmu Komputer). STMIK Darunnajah merupakan kerja sama dengan Sekolah Tinggi MH. Thamrin. Program belajar yang ditawarkan, salah satunya adalah kuliah melalui program online.

Kemudian, khusus untuk santriwati, pesantren mengarahkan agar salah satu pilihan kuliahnya adalah bidang kebidanan. Maka, untuk mewakili akademi kebidanan, Kamis, 10 Mei, panitia mengundang Akbid Prima Husada guna memaparkan secara singkat terkait kuliah di kebidanan tersebut.

Beberapa perguruan tinggi yang juga diundang panitia dalam 2 hari orientasi kampus tersebut adalah UNIDA (Universitas Djuanda), UIKA (Universitas Ibnu Khaldun), UMJ (Universitas Muhammadiyyah Jakarta), PTIQ (Perguruan TInggi Ilmu Qur’an), UIN Jakarta, dan LP3i.

Panitia juga memberikan pilihan kepada santri yang ingin kuliah di luar negeri, Mesir misalnya. Peluang kuliah di luar negeri juga sangat mungkin dilakukan oleh para santri, baik secara beasiswa ataupun ‘terjun bebas’—istilah kuliah biaya sendiri . Depag dalam pengumumannya akan menyelenggarakan ujian seleksi bagi penerima beasiswa belajar di Mesir pada tanggal 20an Mei mendatang.

Masih dalam agenda panitia, pada hari Sabtu, 12 Mei besok, para santri akan diberikan orientasi terkait narkoba dari BNN. Selain itu, mereka juga akan disambut oleh pengurus IKPDC (Ikatan Keluarga Besar Pesantren Darunnajah Cipining) karena setelah mereka diwisuda nanti, mereka telah resmi sebagai alumni Darunnajah Cipining. (Wardan/Billah)