Delegasi MTs Darunnajah Cipining terus melaju ke tingkat kabupaten setelah Senin (15/11) kemarin memenangkan perlombaan pada Porseni MTs tingkat KKM Babakan sirna.  Dalam kegiatan ini, MTs Darunnajah Cipining  mewakili komisariat Leuwi Liang yang bertanding melawan 5 peserta dari 5 komisariat lainnya.

Melalui keputusan dewan juri, MTs Darunnajah Cipining unggul pada 4 bidang lomba yang diikuti. Keempat lomba tersebut ialah:

1.       Lomba pidato bahasa Arab putra: Juara 1 atas nama Muhammad Giri

2.       Lomba pidato bahasa Arab putri: Juara 1 atas nama Putri Hilmi Azizah Noor

3.       Lomba pidato bahasa Inggris putra: Juara 1 atas nama Rachmatullah, dan

4.       Lomba busana muslimah: Juara 1 atas nama Yunita Andini.

Kepala MTs, Ustadz Nasikhun, S.E., melihat hasil perolehan ini mengaku bangga kepada anak-anak didiknya. Selain itu, kepala madrasah yang baru menjabat beberapa bulan ini tidak dapat menyembunyikan rasa senangnya karena di awal masa kepemimpinannya, ia sudah mampu mengantarkan madrasah yang dikomandonya untuk berprestasi. “Semoga di tingkat Kabupaten, kita masih meraih yang terbaik” cetusnya.

Ustadz Afif Maghfuri, official Darunnajah Cipining turut memberikan komentar bahwa perolehan kemenangan ini memang sangat diharapkan. “Ini kemenangan kedua kita setelah kemarin kita bertempur di sekretariat. Dan kita akan mendapatkan kemenangan-kemenangan selanjutnya. Lembaga Pengembangan Prestasi Santri (LP2S) siap mendukung penuh” ungkapnya semangat.

Sementara itu, Ketua komisariat Leuwi Liang, Ibu Erni, dalam tanggapannya soal perlombaan busana muslimah mengatakan bahwa kemenangan MTs Darunnajah adalah keunikan gaun yang dikenakannya, yaitu kreativitas modivikasi dari rajutan jilbab yang dibentuk menghiasi gaun. “Wah, ini baru unik”

Ustadz Mu’alim, pengajar MTs Darunnajah yang juga menjadi salah satu dewan juri di cabang pidato bahasa Inggris juga memberikan komentar bahwa peserta dari MTs Darunnajah unggul pada beberapa point penilaian. Terutama pada interview terkait penguasaan materi isi pidato. “ Selain bisa berpidato dalam bahasa Inggris, peserta juga dituntut menuasai materi. Dan hal ini dibuktikan dengan interview yang dilakukan oleh para dewan juri.” (Wardan/Billah)

Share: