Pendiri Darunnajah Berikan Wejangan Dalam Haflah Takhrij
Ahad, 25 Robiut Tsani 1428 H /13 Mei 2007 merupakan hari dan tanggal yang tidak akan terlupakan bagi santri kelas VI TMI tahun ini. Hari itu dengan mengenakan stelan jas hitam lengkap dengan peci bagi santri putra dan kebaya modern berwarna biru telur bagi santri putri, mereka tampak gembira dan sabar menunggu kedatangan Pimpinan Pesantren untuk berpose bersama.
Setelah berfoto bersama para Pimpinan Pesantren dan beberapa guru senior, mereka segera memasuki auditorium satu persatu. Di dalam ruangan tersebut para orangtua/wali, dewan guru, dan kakak-kakak alumni sudah menempati tempat duduk masing-masing dengan suka cita.
Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Oh Pondokku dan Mars Darunnajah ……. Hadirin dimohon berdiri ..! terdengar kompak suara duet MC pada pagi itu yaitu, Ustadz Syarqi dan Ustadz Imam Ghozali. Seusai pembukaan acara dengan membaca surat Al-Fatihah, hati segenap hadirin merasa tentram dan khidmat menyimak lantunan surat Al-Mujadalah ayat 11-15 yang ditilawahkan secara murottal oleh Ahmad Sopandi (Calon wisudawan asal Bekasi). Demikian pula ketika Ikhwan Saputra (asal Palembang) menyampaikan sambutan mewakili rekan-rekannya. Suasana haru mulai merayapi pertemuan tersebut.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh H. Sayuti (Ayah Lela Lailatus Syifa asal Bogor). Salah satu ulama di Leuwiliang tersebut mengungkapkan alasannya menyekolahkan seluruh putra-putrinya di Pesantren: karena ekonomis (biaya terjangkau), disiplin shalat wajib 5 waktu bisa terjaga, sangat sedikit waktu kosong sehingga terhindar dari pergaulan bebas yang cenderung destruktif, dan juga kegiatan ekstrakurikuler yang sangat variatif yang sangat memungkinkan untuk mengembangkan minat dan bakat seseorang. Beliau juga berpesan agar kita tidak perlu takut miskin karena belajar di pesantren.
Kepala MA Darunnajah Cipining, Ustadz Drs. Abdul Rosyid Sholeh, ;pada giliran berikutnya menguraikan bahwa untuk mencapai kualitas dan mutu pendidikan yang tinggi dibutuhkan kurikulum yang tepat guna, tenaga pendidik yang professional, sarana dan prasarana yang memadai, kegiatan ekstrakurikuler yang efektif dan positif konstruktif serta yang tidak kalah pentingnya adalah kedisiplinan tinggi. Beliau juga berwasiat agar para alumni tidak merasa puas dengan ilmu pengetahuan yang telah di dapatkannya dari Darunnajah. “ilmu yang anak-anak peroleh masih dasar, jangan mudah puas, lanjutkan!”, kata Ustadz Asal Baturaja Sumatra Selatan ini menyemangati para calon alumni.
Selanjutnya tampil Ustadz M. Mufti Abdul Wakil memberikan pengarahan dan nasehat. Beliau adalah direktur TMI dan Kepala Biro Pendidikan. Beliau mengibaratkan bahwa Darunnajah boleh jadi adalah halte pertama diantara sekian banyak halte perjalanan belajar santri sebelum mencapai terminal akhir yaitu maut. Beliau juga mewanti-wanti agar calon alumni tidak takabur dengan hasil dan kemampuan yang ada, dan hendaknya mempunyai azam yang kuat untuk menjalin silaturahmi dengan almamater yang telah membesarkannya. Di samping mempresentasikan urgensi hubungan mutualisme antara 3 faktor utama pendidikan yaitu keluarga, masyarakat dan sekolah, alumnus Pesantren Pabelan Magelang dan LIPIA yang juga pernah mengikut Daurah Da’wah selama 3 bulan di Kairo Mesir tersebut mengumumkan nama alumni yang berhasil memperoleh peringkat lima pertama, sebagai hasil ujian nihai:
No | Kelas VI A (Asrama) | Kelas VI B (Non Asrama) |
1 | Sinta Komalasari | Nani Karmila |
2 | M. Zuhruful Muhtadin | Rani Nur Eka |
3 | Abdul Hamid | Lilih Sholihat |
4 | Fikri Indra Silmy | Lia Latifah |
5 | Lela lailatus Syifa | Putri Kurniasari |
“Satu, Abdul Hamid bin……., Asal Bekasi, prestasi dan pengalaman Ketua OSDC masa bhakti 2006-2007, peraih beasiswa akademik di kelas intensif 2003…..” Begitulah Ustadz Muhlisin ibnu Muhtarom selaku pemandu prosesi wisuda santri, memanggil satu-persatu nama, asal, prestasi serta pengalaman masing-masing calon alumni. Mereka yang disebut namanya segera berdiri dengan mantap dan naik ke panggung untuk mendapatkan piagam dari Direktur TMI, dikalungkan medali oleh Pimpinan Pesantren yang didampingi oleh pendiri Pesantren dan Ketua Yayasan Darunnajah.
Adapun alumni putri penyematan dilakukan oleh Ibu Pimpinan Pesantren dan Ibu Pendiri Pesantren. Suara tepuk tangan terdengar membahana, tatkala disebutkan beberapa prestasi santri, seperti menjadi juara pidato dan silat tingkat Jawa Barat (Usman Usmana dan Munazil Hidayat), mendapat beasiswa pertukaran pelajar selama 11 bulan di Amerika Serikat (Fikri Indra Silmy dan Sinta Komalasari). Hadirinpun tidak kuasa menahan rasa harunya, ketika Muhammad Zuhruf Al Muhtadi (asal Bekasi) dinyatakan telah selesai menghafal Al-Qur’an 30 Juz. Hadirin pun memekikkan tahmid dan takbir. Ada juga alumni yang telah menghafal Al-qur’an antara 5-20 juz.
Seusai prosesi wisuda, segenap yang hadir kembali mendapatkan ‘oleh-oleh’ yang disampaikan penuh semangat oleh KH. Drs. Mad Rodja Sukarta (mewakili Ketua Yayasan Darunnajah). Pimpinan Pesantren Darul Muttaqien Bogor yang akrab dengan setiap orang tersebut menghibur para wali santri agar tidak berkecil hati lantaran prestasi anaknya masih jauh dari yang diharapkan. Pengurus MUI Kabupaten Bogor ini juga berwasiat ‘keras’ kepada para alumni: “setelah lulus jangan sampai punya “hutang” kepada pesantren!”. Banyak di antara hadirin terhenyak oleh ungkapan ini. Namun mereka segera mafhum, yang beliau maksud ‘hutang’ adalah hutang akhlak, hutang sopan santun, dan hutang budi pekerti. Beliau juga beberapa kali menantang santri, “jadilah anak yang disayang dan diridhai oleh Allah, ayo..! siapa yang siap membela agama Allah?!.”, Tanya beliau sambil mengangkat tangan kanannya Para wisudawan pun serempak mengangkat tangan kanan mereka, Allahu Akbar !!!.
Suatu keistimewaan pada Haflah Tahrij tahun 2007 ini adalah kehadiran pendiri Pesantren Darunnajah, KH. Drs. Mahrus Amin. Kyai alumni Gontor dan Ulama’ DKI Jakarta asal Cirebon yang low profile tersebut merupakan satu-satunya pendiri Pesantren Darunnajah yang masih hidup. Dalam nasehatnya, beliau berpesan kepada para santri agar terus-menerus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah mereka, terutama yang sangat pokok adalah sholat fardhu dan nawafil. “Hendaknya kita terus-menerus memperbaiki iman, ubudiyah dan akhlaq kita, sehingga kita akan menjadi waliyullah (kekasih Allah) !”, ungkap beliau.
Terakhir, Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc. menyampaikan nasehat dan memimpin do’a. Dalam uraiannya, Kyai asal Kendal Jawa Tengah ini kembali mengingatkan bahwa belajar di pesantren tidaklah hanya fokus kepada pengambangan kecerdasan otak (IQ) namun juga kecerdasan spiritual (SQ) dan kecerdasan emosional (EQ). “Orang tua membiayai putra-putrinya belajar di pesantren itu sama dengan menginfakkan harta di jalan Allah dan juga akan mendapatkan pahala menunjukkan kepada kebenaran, yaitu sebesar/sebanyak yang diterima oleh orang yang ditunjukannya…!”, jelas beliau.
Ayah enam putra-putri ini juga membesarkan hati para alumni baru, hendaknya mereka mensyukuri telah memperoleh pengetahuan dan pendidikan, memiliki aneka pengalaman, juga telah melakukan berbagai kegiatan selama ditempa di Darunnajah Cipining. Ketua Dewan Nadzir Yayasan Darunnajah ini juga berpesan kepada para alumni agar selalu giat meningkatkan iman dan akhlaq yang akan meninggikan derajat seseorang. Dan di penghujung arahannya beliau berwasiat agar para alumni jangan mengisolasi atau berdiam diri dan hendaknya justru terus meningkatkan kualitas ilmu pengetahuannya dengan terus belajar.
Pertemuan yang dikomandani Ustadz Ahmad Abdullah Khusaeni ini diakhiri dengan menyanyikan lagu syukur dan diteruskan dengan jabat tangan.
Saya dengar Pesantren Darunnajah Cipining menyediakan banyak beasiswa. Saya sangat tertarik. Bisa dijelaskan?
Ya anda benar! Program beasiswa di Pesantren Darunnajah Cipining bisa didapatkan melalui banyak pintu. Setiap santri berhak mengambil beasiswa tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan banyaknya pintu tersebut, diharapkan para santri mendapatkan berbagai kemudahan sehingga bisa mendapatkan beasiwa melalui salah satu pintu yang ada.
Beasiswa-beasiswa yang disediakan oleh Pesantren Darunnajah Cipining adalah:
1. Beasiswa penuh sampai lulus. GRATIS Belajar Tanpa Biaya! Untuk siapa saja baik yang mampu atau yang kurang mampu ekonominya. Tidak ada persyaratan khusus untuk mendapatkan beasiswa ini. Hanya bermodalkan kesiapan untuk menghafal Al-Quran selama belajar di Pesantren, informasi selengkapnya bisa dibaca disini
2. Beasiswa penuh Ashabun Najah: beasiswa ini diberikan kepada siswa-siswi yang memiliki prestasi dan semangat yang tinggi dalam belajar. Siswa-siswi yang mendapatkan beasiswa ini akan mendapatkan pembinaan khusus, terutama learning by doing karena misi yang diembannya adalah menjadi kader pesantren yang berkompetensi, berdedikasi dan berprestasi. Bagi yang ingin mendapatkan beasiswa melalui pintu ini dapat menghubungi kepala Biro Pengkaderan, Ustadz Isa Abdillah, S.E. dengan nomor kontak 085813316131
3. Beasiswa Akademik: diberikan kepada santri yang meraih nilai dengan katagori mumtaz (istimewa) yaitu mulai dari 8,6 keatas. Beasiswa ini diberikan di setiap jenjang pendidikan yang ada di Darunnajah Cipining pada program TMI yaitu MTs dan MA berasrama.
4. Beasiswa bagi santri yang mendaftarkan keluarganya belajar di Darunnajah Cipining diberikan potongan biaya uang bulanan.
Berapa besar beasiswa di pesantren Darunnajah Cipining?
1. Santri baru: Uang pangkal Rp 2.800.000 + Uang bulanan Rp 400.000
2. Tahun berikutnya sampai tamat diberikan dana biaya sekolah, biaya makan, biaya asrama, dan kegiatan.
3. Setelah lulus mendapatkan beasiswa untuk kuliah sampai sarjana.
Bagus sekali, saya ingin mendaftar untuk beasiswa. Bagaimana caranya?
Silahkan telepon / SMS langsung ke Panitia Murid Baru di: 081584023061, 08567624377, 085714128744. Atau datang langsung ke pesantren kami. Rute menuju lokasi bisa anda lihat disini
Saya ingin mendaftar untuk yang non beasiswa. Bagaimana caranya?
Caranya mudah sekali. Kami telah membuat petunjuknya dengan lengkap dan jelas. Termasuk rincian fasilitas, biaya dan lain-lain. Untuk melihatnya silahkan klik disini. Anda juga bisa telepon / SMS langsung ke Panitia Murid Baru di: 081584023061, 08567624377, 085714128744. Atau datang langsung ke pesantren kami. Rute menuju lokasi bisa anda lihat disini
Saya ingin tahu lebih banyak lagi tentang pesantren ini. Bagaimana caranya?
Di website ini telah kami sediakan beragam informasi tentang Pesantren kami. Anda bisa mempelajarinya dengan senang hati. Kami juga melayani pertanyaan anda lewat telepon / sms. Silahkan hubungi nomor telepon yang tercantum di bagian kiri atas website ini. Adapun rangkuman informasi lengkap bisa anda lihat di brosur kami. Untuk melihat brosur silahkan klik disini







