Langsung dipimpin oleh KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc. didampingi dengan Ibu Hj. Rahmah, rombongan pengurus pesantren Darunnajah Cipining yang terdiri dari 27 orang, pada hari Rabu hingga Ahad (1 s.d. 5 Juli) melakukan safari kunjungan ke pesantren terkemuka di Propinsi Jawa Timur. Rombongan yang meliputi kepala-kepala biro, kepala sekolah (madrasah-red), kepala asrama, sekretaris dan redaktur Warta Darunnajah (WARDAN) tersebut berangkat dengan tujuan utama ingin bersilaturahmi sekaligus melakukan study banding.

kompres 1 di gontor pamitan dengan Ustadz Syukri

Keenam pesantren yang dipilih merupakan pesantren yang telah diseleksi oleh pimpinan pesantren dan dewan guru sesuai dengan visi dan misi pesantren yang akan dicapai. Kunjungan ini dilakukan sebagai media pembelajaran dan peningkatan wawasan pengurus pesantren terkait dengan pengeloaan pesantren yang meliputi segala sisinya dari pembangunan, usaha, pendidikan, pengkaderan, hingga pengembangan prestasi santri.

Menurut Bapak Kyai, kali ini merupakan kunjungan super istimewa yang harus dilakukan sebaik mungkin. Karena salah satu tujuannya adalah pesantren Modern Darussalam Gontor yang menjadi panutan pesantren-pesantren modern terutama dalam pengembangan 2 bahasa asing (Arab dan Inggris). Untuk itu, Bapak Kyai berharap agar setiap rombongan melakukan berbagai persiapan yang terkait oleh masing-masing personil dan mereka bertanggung jawab terhadap penguasaan masalah sesuai dengan kapasitas dan tugasnya sehari-hari di pesantren.

Sebagai koordinator panitia rombongan sekaligus kepala biro humas, Ustadz Katena Putu Gandi, S.Pd.I. dalam rapat koordinasi telah banyak memberikan gambaran dan sosialisasi tentang program selama studi banding. Sementara itu, Pak kyai juga mengharuskan setiap anggota studi banding untuk membuat laporan seusainya nanti sebagai bahan referensi dan perbandingan bagi pesantren dalam membuat kebijakan dan program selanjutnya.

di Mawaddahdi ISID Gontor di SMPIT Al-Mawaddah

PONDOK PESANTREN TERPADU ARRISALAH

Pondok ini menjadi tujuan pertama study banding. Sekitar pukul 17.00 WIB pada hari Kamisnya (2/7/09), rombongan sampai di pesantren ini dan diterima oleh pimpinan pesantren Ust. Drs. KH. Muhammad Ma’sum Yusuf. Setelah melakukan perjamuan kepada rombongan, acara dialog pun dimulai. Dalam sambutan pertama, Bapak Kyai Jamhari Abdul Jalal, Lc memperkenalkan Kyai Ma’sum kepada rombongan dan sedikit menceritakan kenangan bersama beliau saat di Gontor dulu.

Dalam sambutannya, Kyai Ma’sum juga sempat bernostalgia saat menimba ilmu di Gontor bersama Bapak Kyai Jamhari. Selanjutnya, beliau menerangkan latar belakang dan perjuangan beliau dalam membangun pesantren Ar-Risalah dari nol. Menurutnya, Ar-Risalah merupakan pesantren amanat dari almarhum KH. Imam Zarkasyi. Kemudian terkait dengan lebel pesantren internasional, beliau mengatakan bahwa Islam adalah agama internasional, sehingga tidak salah kalau belajar Islam berarti juga meliputi dunia internasional. Selain itu, memang beliau telah akrab dengan para santri yang berasal dari luar negeri. Hal ini dikarenakan pada saat mengabdi di Gontor dulu, beliau memang menangani para santri dari luar negeri, sehingga tidak menjadikan dirinya canggung lagi.

Usai dialog yang sangat singkat tersebut, rombongan pamitan dan kembali melanjutkan perjalanan menuju pesantren modern Darussalam Gontor.

PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR

Perjalanan menuju Darussalam Gontor kira-kira selama 15 s.d. 20 menit. Di pondok ini, rombongan dari Darunnajah Cipining tidak sendirian, tetapi berbarengan dengan rombongan dari Darunnajah Ulujami yang saat itu sedang melakukan studitour. Dengan jumlah bis sebanyak 9 unit, keluarga besar Darunnjah malam itu berkumpul di Gontor.

Menjelang pukul 21.00 WIB, pertemuan dengan pimpinan pesantren Gontor dilaksanakan. Sebagai pembicara adalah Ustadz KH. Hasan Abdullah Sahal. Namun sebagai pengantar, ketua yayasan Darunnajah, Bapak Syaefudin Arief memberikan kata pembuka.

Ustadz Hasan membuka dengan sedikit membeberkan masa kecil Bapak Syaefudin Arif sewaktu nyantri di Gontor. Bapak Syaefudin adalah salah satu dari 7 santri asal Jakarta waktu itu. Kemudian Dalam tutorialnya, Ustadz Hasan mengingatkan dan memotivasi para hadirin terhadap eksistensi dunia pesantren dalam tema ‘Pesantren Masa Depan’

Jum’at pagi harinya, rombongan dari Darunnajah Ulujami kembali melanjutkan perjalanan wisatanya, sedangkan rombongan studi banding Darunnajah Cipining belajar langsung ke lapangan sesuai dengan job-jobnya. Mewawancarai dan melihat secara langsung teknis kerja dari setiap bagiannya. Mengorek informasi yang dibutuhkan serta mempelajari segala permasalahan menjadi aktivitas penting setiap anggota rombongan dari Darunnajah Cipining ini hingga 2 jam ke depan.

Setelah berpamitan dengan Bapak Abdullah Syukri, pukul 08.00 WIB, rombongan bergerak menuju pesantren putri Al-Mawaddah.

PESANTREN PUTRI AL-MAWADDAH COPER PONOROGO INDONESIA

Di pesantren ini, rombongan hanya memiliki sedikit kesempatan, karena saat itu, pesantren sedang mengadakan suatu hajat. Setelah datang dan menemui beberapa staf pesantren, Bapak Kyai Jamhari memberikan kenang-kenangan untuk pimpinan pesantren Al-Mawaddah yang saat itu berhalangan untuk ditemui. Kemudian rombongan berkesempatan untuk berkeliling dan melihat lokasi pesantren dengan berwawancara kepada kepada dewan guru dan pengurus dari santriwati yang saat itu mendampingi.

di SMPIT AL-Mawaddah di Pesantren Al-Fatah di Temboro di Kaki Gunung Lawu

ISID GONTOR

Menjelang sholat Jum’at, rombongan meluncur ke Institut studi Islam Darussalam (ISID) Gontor. Usai sholat Jum’at, rombongan diterima oleh salah satu staf senior, Dr.H. Dihyatun Masqon, M.A. Setelah beramah tamah, dialog dengan Rektor ISID, KH. Imam Subakir Ahmad pun digelar.

Dalam sambutannya, Bapak Kyai Jamhari memperkenalkan anggota rombongan kepada staf pimpinan ISID tersebut sekaligus maksud serta tujuan kedatangannya. Sementara itu, KH. Imam Subakir dalam penjelasannya menceritakan proses riwayat ISID yang telah berganti nama sebanyak 3 kali. Kemudian menjelaskan secara lengkap perihal yang dilakukan ISID dalam berbagai bidang.

Pada kesempatan itu pula, Bapak Kyai Jamhari mengusulkan agar pihak ISID memfasilitasi pendidikan dan pelatihan (seminar) bagi guru-guru pesantren yang mengajar materi pesantren seperti Mahfudzot, Tafsir, Balaghoh, dll. secara singkat. Menurut istilah beliau ‘short time’ yang dilakukan selama 7 hari (1 minggu) hingga hingga 10 hari.

SMP ISLAM TERPADU AL-MAWADDAH AS-SAKINAH VILLAGE

Kunjungan selanjutnya adalah pesantren yang membuka kelas SMP dan SMA, yaitu Al-Mawaddah As-Sakinah Village. Di pesantren yang merupakan pengembangan dari Al-Mawaddah Coper ini, rombongan diterima oleh pimpinan pesantren, Bapak Mochtar dan Ibu Siti Aminah Sahal.

Dalam kesempatan ini, Ustadz Fathul Mu’min, S.Pd.I. sebagai kepala SMP Darunnajah Cipining banyak menanyakan tentang berbagai hal terkait dengan penyelenggaraan SMP. Menjelang Ashar, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju pesantren Al-Fatah Temboro.

PONDOK PESANTREN AL-FATAH TEMBORO

Saat tiba di pesantren Al-Fatah hari telah mulai gelap menunjukkan waktu Maghrib. Setelah diantar ke penginapan, rombongan bergegas berbenah diri lalu melaksanakan sholat Maghrib berjama’ah. Kemudian rombongan menuju rumah pimpinan pesantren, Ustadz Huzairon, yang terletak beberapa meter dari masjid.

Dalam dialognya, Ustadz Huzairon yang saat itu sedang dalam keadaan kurang sehat menceritakan perkembangan pesantren Al-Fatah yang memiliki basis santri sangat banyak tersebut. Selain itu, beliau juga menjelaskan keberhasilannya menjadikan Desa Temboro menjadi bagian penting dari pesantren Al-Fatah, sehingga seolah-olah Temboro adalah masyarakat pesantren.

Keesokan harinya, setelah mengikuti musyawarah dan bayan di masjid, rombongan berkesempatan mengunjungi beberapa pusat lokasi pesantren yang tersebar di Temboro bersama Ustadz Ubaidillah, adik dari Ustadz Huzairon. Beberapa tempat yang dikunjungi seperti pesantren program diniyah khusus, pesantren diniyah plus Tahfidz Al-Qur’an, dan pesantren program diniyah plus formal (MTs dan MA), baik putra maupun putri.

PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR PUTRI 1 MANTINGAN

Sebagai tujuan terakhir adalah pesantren Gontor putri yang terletak di Mantingan. Tiba di pesantren ini pukul 11.00 WIB dan diterima langsung oleh Ustadz Dr. H. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa pesantren Gontor adalah perpaduan dari model pesantren salafi dan sistem sekolah modern sehingga Gontor disebut sebagai pondok modern.

Selain itu, beliau menyatakan bahwa Gontor dengan sistematika pendidikan dan pengajarannya telah berhasil menjadikan alumninya kompeten dalam penguasaan bahasa Arab dan Inggris. Untuk itu, beliau juga memotivasi rombongan untuk terus memperbaiki sistem yang telah dikembangkan pendiri Gontor terdahulu dan segala hal untuk menciptakan prestasi-prestasi lain.

Selanjutnya, rombongan diberikan kesempatan untuk berkeliling dan mempelajari hal-hal yang terkait dengan masing-masing bagian. Setelah selesai, rombongan undur diri dan langsung menuju Bogor untuk kembali ke Pesantre Darunnajah Cipining. Di tengah perjalanan, rombongan menyempatkan diri mengunjungi MasjidAhlu Temboro bersama Ustadzah Darunnajah Agung Propinsi Jawa Tengah yang terletak di Semarang.

pamitan dengan Temboro di Masjid Semarang di Mantingan Putri di Mantingan 2

Share: