Tampak Perwakilan Darunnajah Cipining Dalam Kegiatan Sosialisasi

[28/08/09] Kurang lebih 80 Pesantren se- Jawa Barat dan Banten mengikuti sosialisasi pelaksanaan Pekan Olahraga Seni antar Pesantren tingkat Nasional (POSPENAS V) bertempat di Pesantren Darul Muttaqien Bogor Jawa Barat, yang rencananya akan dilaksanakan 5 s.d. 12 Juli 2010 di Propinsi Jawa Timur.

Selain dari unsur pesantren, sosialisasi juga dihadiri pemerintahan Departemen Agama masing-masing kota dan kabupaten se- Jawa Barat dan Banten,  serta perwakilan Departemen Agama Wilayah Jawa Barat, PK Pontren Bid. SDM Santri.

Sebagai nara sumber pada kegiatan ini adalah anggota Panitia Kerja Tetap Nasional (PANJATAPNAS) Bapak Ibrahim, S.H. dan pelatih senam, Ibu Sri Arumdani serta team dari PB PERPANI yang diketuai oleh Bapak H. Udi Harsowo, beliau adalah mantan atlit Panahan Nasional Indonesia yang sudah menggeluti dunia panahan selama 50 tahun dan mantan Sekretaris Jenderal Perpani.

Pada kesempatan tersebut, Bapak Ibrahim menyampaikan sosialisasi penyelenggaraan POSPENAS V 2010 dan berbagai teknisnya, serta memberikan info dimasukkannya cabang lomba olahraga dan seni eksibisi, yaitu olahraga Panahan dan Anggar serta tari Zapin, dengan ketentuan, apabila peserta lomba kurang dari lima propinsi, maka tidak dipertandingkan.

Di sisi lain, sang pelatih senam, juga sebagai nara sumber pada kesempatan tersebut memberikan ulasan, bahwa senam santri yang akan diperlombakan adalah senam santri 2005 dengan masing-masing regu sebanyak tujuh orang plus satu cadangan. Beliau juga sampaikan, Pada pospenas mendatang sebagai ajang launching senam santri 2010.

Selain datang untuk sosialisasi, beliau tidak segan minta masukan-masukan mengenai senam santri mendatang. Entah dari lagu, gerakan, durasi

Nara Sumber Presentasikan POSPENAS V 2010

Nara Sumber Presentasikan POSPENAS V 2010

waktu dan lain sebagainya, dengan harapan lebih islami dan sepadu-padan untuk kebugaran tubuh.

Ada yang mengusulkan, bagaimana kalau kekentalan nuansa musik timur tengahnya ditonjolkan, dan pada cooling down dibumbui slow music. Ada pula, bagaimana senam santri musiknya juga diringi rebana. Bahkan salah satu peserta memberikan saran, agar ditambah durasi waktu serta tingkat kerumitan/kreatifitasnya ditinggikan frekwensinya. Hal ini mungkin, mengingat peserta rata-rata usianya antara 12 – 18 tahun, sangat bisa untuk melakukan gerakan-gerakan kreatifitas senam.

Sosialisasi diadakan sebagai koreksi terhadap pelaksanaan POSPENAS IV di Kalimantan, yang ditemukan kecurangan-kecurangan, mengakibatkan hilangnya esensi diselenggarakannya ajang ini.

Maka wajar pada kesempatan ini, hampir 50% audiensi menyuarakan kejanggalan-kejanggalan penyelenggaraan terutama pada peserta yang bukan santri. Untuk itu, perlu perketat seleksinya.

Perwakilan Darunnajah Cipining menyuarakan agar, “Adanya seleksi Bahasa Arab bagi peserta dan MoU antarpimpinan pesantren seluruh Indonesia untuk mengharamkan, baik mendatangkan atau menandatangani peserta yang bukan dari asal pesantrennya.”

Kesepatan-kesepakatan lain sebagai oleh-oleh PANJATAPNAS sebagai solusi bahan seleksi memperketat terjadinya kecurangan antara lain; seleksi Bahasa Arab, seleksi baca Kitab Kuning, seleksi Baca Tulis Al-Qur’an, adanya rapor pesantren dan rapor negeri, Akte Kelahiran, bukan santri musiman atau kalong, dll.

100% audiensi perwakilan pesantren se-Jawa Barat dan Banten, menyatakan bahwa, kegiatan ini adalah ajang untuk santri, agar tidak disusupi

Audeinsi Tampak Serius Ikuti Sosialisasi POSPESNAS V

Audeinsi Tampak Serius Ikuti Sosialisasi POSPESNAS V

unsur nonsantri. Bukan maksud untuk memarjinalkan kelompok, tetapi konteks awalnya adalah Santri. Senada dengan audiensi, perwakilan PANJATAPNAS berujar, tidak ada santri gadungan, masing-masing daerah jangan hanya mengedepankan kemenangan saja, sekedar prestis belaka, tapi ciptakan ini ajang sebagai ajang sillaturrahmi, ciptakan sportifitas dan ukhuwah islamiyah.

Pospenas mendatang haruslah lebih baik, banyak bermunculan bibit-bibit unggul dari pesantren, tidak ada lagi kecurangan-kecurangan, satu sama lain saling bersua pulang bahagia mendapat saudara. Hal ini terjadi jika ada political will, baik dari unsur pemerintahan, pihak pesantren dan pihak lain yang ikut terlibat. Let good job man! [Mr. Song]

Share: