Silahkan Telepon / SMS
Panitia Murid Baru:
- 0856 7624 377
- 0857 1412 8744

Pendidikan:
- 0815 929 7063
- 0852 1842 6324

Sekretaris:
- 0857 1487 3135
- 0856 6445 6310

Keuangan:
- 0858 8550 1228
- 0813 1120 6287
Video Profil
Lihat Video Profil
Alumni
New Comments
  • pondokpesantren: Pakaian santri sehari-hari bisa dilihat di http://darun...
  • pondokpesantren: wa alaikumussalam ya fahrullah, kami juga kangen sama antum :)
  • "secret": ass….tad saya pgen liat foto yg gambarna pakaian santri sehari2x ada...
  • fahrrullah al-aidid: assalamualaikum pa ustad smuanya… aduuuh saya jadi kangen...
  • pondokpesantren: Terima kasih Bapak Ridhwan, sungguh cita-cita yang mulia. Insya Allah...
Anda Adalah Pengunjung Ke

- Sejak 13 Juni 2007 -

Pendaftaran Get Adobe Flash player

SOBAT, JANGAN LUPA JALAN PULANG YA!

Syahdan, ada seorang Raja bijaksana nan mulia. Ia memiliki Hulubalang yang sangat loyal dan mencintainya. Bahkan pembantu Raja tersebut merasa tidak cukup dan belum puas, kalau tidak mengungkapkan secara verbal loyalitas dan kecintaannya. Hingga terjadilah sebuah dialog di antara keduanya: Hulubalang: “Wahai Paduka Raja, saya sungguh cinta dan ingin berbakti sebaik mungkin kepada Baginda yang mulia!”. Raja: “Baik, saya sangat senang mendengar pengakuan ini, untuk itu besok saya akan memberikan tugas kepadamu, kamu siap?”. “Siap, Baginda!” jawab sang Hulubalang mantap. “Baiklah, dalam tugas perjalananmu nan jauh ini, saya akan sertakan tiga kawan, ingat baik-baik nasehat saya: PERLAKUKAN MEREKA DENGAN ADIL DAN JANGAN PILIH KASIH!” “Siap, Baginda!, terima-kasih, mohon do’a semoga saya bisa mengemban tugas ini dengan sukses!”

Keesokan harinya, setelah segala persiapan dan kebutuhan dirasa sudah cukup, Basyar, nama Hulubalang tersebut, memulai perjalanan jauh dengan ditemani tiga kawannya, yaitu; Anis, Harben dan Amshol. Mereka mengendarai Kuda untuk menuju sebuah pantai. Mereka melalui jalan-jalan setapak yang terjal, masuk ke hutan nan lebat, naik Gunung, turun tebing dan menelusuri bebukitan. Setibanya di Pantai, mereka segera naik Perahu dayung untuk menyeberangi lautan. Begitu Perahu itu bergerak, angin laut mulai menyapa, gulungan ombak dan badai juga datang memberikan salam perkenalan.

Setelah menyeberangi lautan, mereka tiba di tempat tujuan. Tempat itu sangat sunyi dan sepi, seolah belum pernah terinjak oleh kaki. Mereka segera mendirikan rumah kecil yang akan melindungi dari sengatan terik Mentari dan siraman air hujan. Sungguh, suasana yang serba baru dan jauh dari kemilauan serta kemegahan istana yang mereka nikmati selama ini. Sejurus kemudian, mereka berkumpul untuk musyawarah dalam pembagian tugas. Kini, memasak makanan, mencuci pakaian, mengusahakan dan menjaga kebersihan serta menjamin keamanan tempat-tinggal, menjadi rutinitas yang harus dipergilirkan.

Hari berganti minggu, minggu berlalu menjadi bulan. Rupanya Basyar mulai lupa dengan nasehat Baginda Raja. Ia berlaku dzalim. Anis dan Harben sangat dimanja dan dianak-emaskan, sementara Amshol dianak-tirikan. Kedua kawannya tersebut, ia berikan makan yang lezat dan pakaian yang mewah tanpa banyak pekerjaan yang ditugaskan. Sedangkan Amshol harus banting tulang dan peras keringat, bekerja sepanjang hari tanpa makanan, minuman, pakaian dan rehat yang cukup. Ia menjadi kurus-kering, tak ubahnya mayat hidup.

Di tengah kondisi yang penuh dengan ketidak-adilan, datanglah utusan Raja membawa pesan untuk sang Hulubalang. “Basyar, besok anda diharuskan menghadap tuan Raja, sebaiknya anda segera bersiap-siap!”. Basyarpun kaget dan menjadi bingung. Ia lihat dirinya sudah semakin renta. Pandangan matanya tidak setajam dulu lagi, kulitnya juga sudah berkeriput, gigi-giginya mulai permisi satu-persatu, dan tenaganya juga sudah jauh berkurang. Dalam kegalauannya, ia kembali terbayang perjalanan panjang yang tidak mudah untuk kembali menghadap Raja. Ia pun mulai berfikir, bagaimana agar dapat sampai ke istana Raja dengan selamat. Ia teringat dengan kawan-kawanya. Secercah harapan kembali menghampirinya, ia sedikit lega dan tersenyum penuh makna.

“Harben, besok saya dipanggil baginda Raja, maukah kamu menemaniku? tanya Basyar penuh harap. Dan di luar dugaannya, Harben menjawab: “Oke, saya mau mengantar kamu, tapi hanya sampai di depan pintu rumah, sorry, saya masih banyak kebutuhan di rumah!”. Ia mulai kecewa dengan salah-satu kawannya.

Ia datangi Anis dan mengajukan permintaan serupa, namun jawaban ia mendapatkan jawaban yang belum memuaskannya. “Saya sanggup mengantar lebih jauh, saya akan mengantar kamu sampai Dermaga. Setelah itu, silahkan teruskan perjalanan dan saya harus kembali karena banyak keperluan lain!” jawab Anis. Hati Basyar yang kian hancur dan dirundung putus asa yang mendalam.

Di tengah-tengah kerisauan dan keresahan yang sangat, ia ingat kepada satu kawan lagi yang selama ini ia anak-tirikan, dilupakan dan tak diacuhkan. Hatinya bimbang dan masygul, ia sangat malu untuk minta bantuan kepada Amshol, namun ia tidak bisa berharap banyak dari dua kawan lainnya. Dengan menanggung rasa malu dan persaan tidak enak, ia datang kepada Amshol.

Sungguh, Amshol adalah prototype kawan ideal. Tanpa rasa dendam dan benci sedikitpun, ia member harapan yang sesungguhnya. “Saya akan menemani anda selama perjalanan pulang menuju istana Raja. Tapi mohon maaf, tentu saya hanya bias membantu sesuai kondisi dan kekuatan saya yang kurus-kering dan lemah ini!” jelas Amshol kepada Basyar yang mulai berlinangan air mata, ia sungguh amat menyesal sekali telah mendzalimi kawan sejatinya tersebut.

Pada keesokan harinya, mereka berempat tampak sudah bersiap-siap mengantar perjalanan pulang Basyar. Sampai di depan pintu rumah, Harben kembali masuk ke dalam rumah. Dan ketika mereka bertiga tiba di Dermaga, giliran Anis yang pamit kembali ke rumah. Kini tinggal dua sosok yang sangat memprihatinkan; Basyar yang semakian tua-renta dan Amshol yang kurus-kering!.

Dengan harapan yang tersisa di dalam dada serta kekutan jasad yang kian sekarat, mereka berdua mulai naik Perahu. Duhai….malang nian nasib Basyar…..baru beberapa menit meninggalkan Dermaga, mereka berdua tenggelam karena terjangan ombak dan badai yang tak sanggup mereka lawan.

Sampaikah Basyar ke Istana Raja? TIDAK, Ia yang katanya loyal dan cinta kepada Raja, sukseskah dalam mengemban misi di negeri baru tersebut? TIDAK, Apa sebab utama ia gagal dalam misi ini? IA LUPA KALAU HARUS KEMBALI KE ISTANA RAJA, IA MENDZALIMI KAWAN SEJATINYA.

Sobat, inilah Ilustrasi kehidupan kebanyakan manusia di dunia: Raja tersebut adalah Allah SWT, Basyar adalah kita, manusia, Anis artinya Anak Istri, Harben akronim dari Harta Benda dan Amshol merupakan Amal Sholeh. Kakek moyang kita, Nabi Adam AS. Dulu sudah berada di syurga, untuk menguji loyalitas dan kecintaan kita kepada Allah, sekarang kita berada di Dunia nan penuh dengan aneka tipu daya, hasutan, godaan dan rayuan syetan. Suka-tidak suka, yakin-tidak yakin, suatu saat nanti kita akan didatangi utusan Allah, Malaikat Izrail, karena kita memang harus kembali kepadaNya, SOBAT, JANGAN LUPA JALAN PULANG YA!.

Semoga kita berjumpa di Istana-Nya, amin!.
(Diceritakan ulang oleh Muhlisin Ibnu Muhtarom, Selasa pagi, 4 Ramadhan 1430 H,
di ‘Penjara Suci’ Darunnajah Cipining Bogor.)

Semoga Ukhuwwah kita abadi nan pebuh Ridho Ilahi, amin!

Semoga Ukhuwwah kita abadi nan pebuh Ridho Ilahi, amin!






Saya dengar Pesantren Darunnajah Cipining menyediakan banyak beasiswa. Saya sangat tertarik. Bisa dijelaskan?

Ya anda benar! Program beasiswa di Pesantren Darunnajah Cipining bisa didapatkan melalui banyak pintu. Setiap santri berhak mengambil beasiswa tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan banyaknya pintu tersebut, diharapkan para santri mendapatkan berbagai kemudahan sehingga bisa mendapatkan beasiwa melalui salah satu pintu yang ada.

Beasiswa-beasiswa yang disediakan oleh Pesantren Darunnajah Cipining adalah:

1. Beasiswa penuh sampai lulus. GRATIS Belajar Tanpa Biaya! Untuk siapa saja baik yang mampu atau yang kurang mampu ekonominya. Tidak ada persyaratan khusus untuk mendapatkan beasiswa ini. Hanya bermodalkan kesiapan untuk menghafal Al-Quran selama belajar di Pesantren, informasi selengkapnya bisa dibaca disini

2. Beasiswa penuh Ashabun Najah: beasiswa ini diberikan kepada siswa-siswi yang memiliki prestasi dan semangat yang tinggi dalam belajar. Siswa-siswi yang mendapatkan beasiswa ini akan mendapatkan pembinaan khusus, terutama learning by doing karena misi yang diembannya adalah menjadi kader pesantren yang berkompetensi, berdedikasi dan berprestasi. Bagi yang ingin mendapatkan beasiswa melalui pintu ini dapat menghubungi kepala Biro Pengkaderan, Ustadz Isa Abdillah, S.E. dengan nomor kontak 085813316131

3. Beasiswa Akademik: diberikan kepada santri yang meraih nilai dengan katagori mumtaz (istimewa) yaitu mulai dari 8,6 keatas. Beasiswa ini diberikan di setiap jenjang pendidikan yang ada di Darunnajah Cipining pada program TMI yaitu MTs dan MA berasrama.

4. Beasiswa bagi santri yang mendaftarkan keluarganya belajar di Darunnajah Cipining diberikan potongan biaya uang bulanan.

Berapa besar beasiswa di pesantren Darunnajah Cipining?

1. Santri baru: Uang pangkal Rp 2.800.000 + Uang bulanan Rp 400.000
2. Tahun berikutnya sampai tamat diberikan dana biaya sekolah, biaya makan, biaya asrama, dan kegiatan.
3. Setelah lulus mendapatkan beasiswa untuk kuliah sampai sarjana.

Bagus sekali, saya ingin mendaftar untuk beasiswa. Bagaimana caranya?

Silahkan telepon / SMS langsung ke Panitia Murid Baru di: 081584023061, 08567624377, 085714128744. Atau datang langsung ke pesantren kami. Rute menuju lokasi bisa anda lihat disini

Saya ingin mendaftar untuk yang non beasiswa. Bagaimana caranya?

Caranya mudah sekali. Kami telah membuat petunjuknya dengan lengkap dan jelas. Termasuk rincian fasilitas, biaya dan lain-lain. Untuk melihatnya silahkan klik disini. Anda juga bisa telepon / SMS langsung ke Panitia Murid Baru di: 081584023061, 08567624377, 085714128744. Atau datang langsung ke pesantren kami. Rute menuju lokasi bisa anda lihat disini

Saya ingin tahu lebih banyak lagi tentang pesantren ini. Bagaimana caranya?

Di website ini telah kami sediakan beragam informasi tentang Pesantren kami. Anda bisa mempelajarinya dengan senang hati. Kami juga melayani pertanyaan anda lewat telepon / sms. Silahkan hubungi nomor telepon yang tercantum di bagian kiri atas website ini. Adapun rangkuman informasi lengkap bisa anda lihat di brosur kami. Untuk melihat brosur silahkan klik disini


SOBAT, JANGAN LUPA JALAN PULANG YA!

Artikel lain yang berhubungan

Leave a Reply

teman, darunnajah-cipining com/mengaji- a-henti/, pesantren darunnajah cipining, profil pesantren Darun Najah Malang
Cara Berlangganan Berita

Anda tak ingin ketinggalan berita tentang Darunnajah Cipining? Silahkan masukkan alamat email anda pada kolom dibawah ini. Kami akan kabari anda setiap ada berita terbaru

Kirim Tulisan
kirim