Silahkan Telepon / SMS
Panitia Murid Baru:
- 0856 7624 377
- 0857 1412 8744

Pendidikan:
- 0815 929 7063
- 0852 1842 6324

Sekretaris:
- 0857 1487 3135
- 0856 6445 6310

Keuangan:
- 0858 8550 1228
- 0813 1120 6287
Video Profil
Lihat Video Profil
Alumni
New Comments
  • pondokpesantren: Pakaian santri sehari-hari bisa dilihat di http://darun...
  • pondokpesantren: wa alaikumussalam ya fahrullah, kami juga kangen sama antum :)
  • "secret": ass….tad saya pgen liat foto yg gambarna pakaian santri sehari2x ada...
  • fahrrullah al-aidid: assalamualaikum pa ustad smuanya… aduuuh saya jadi kangen...
  • pondokpesantren: Terima kasih Bapak Ridhwan, sungguh cita-cita yang mulia. Insya Allah...
Anda Adalah Pengunjung Ke

- Sejak 13 Juni 2007 -

Pendaftaran Get Adobe Flash player

Urgensi Taubat

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung”. (Q.S. [24] An-Nur: 31).

Manusia mesti bersyukur kepada Allah, karena nikmat dan karunia-Nya kepada mereka amat banyak tak terhingga. Salah satu nikmat yang patut dikemukakan dalam konteks ini adalah diciptakan-Nya manusia dalam bentuk kejadian yang terbaik[1], dimuliakan atas segala makhluk[2], dan diciptakan dalam keadaan fitrah, sebagaimana disebutkan di dalam Q.S. [30] Ar-Rum: 30. Yang dimaksud dengan fitrah tersebut menurut ulama adalah kesucian tauhid. Ayat ini dikuatkan dengan hadits Rasul s.a.w. yang artinya;

Rasulullah s.a.w. bersabda: Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah (tauhid). Maka kedua ibu-bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi (Muttafaq ‘Alaih, dari Abu Hurairah).

Urgensi TaubatNikmat dan kemuliaan ini niscaya kita jaga dan kita syukuri, agar Allah berkenan menambahkan nikmat-nikmat-Nya kepada kita. Terlebih (ruh) kita telah bersaksi bahwa benar Tuhan kita ialah Allah s.w.t., ketika dahulu ditanya oleh-Nya, “Bukankah Aku Tuhanmu”?[3] Bahaya yang paling harus kita waspadai bagi keselamatan iman kita ialah syirk (mempersekutukan sesuatu dengan Allah s.w.t.), padahal tiada sesuatu pun di langit dan di bumi ini melainkan makhluk-Nya. Dan Allah sendirilah Sang Maha Pencipta lagi Maha Kuasa atas segala sesuatu, tiada sekutu bagi-Nya.

Oleh karena itu benarlah ketika Luqman Al-Hakim menasihati putranya, dia mulai dengan, “Hai anakku, janganlah engkau mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah. Sesungguhnya syirk itu adalah kezhaliman yang amat besar.”[4]

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”. (Q.S. [4] An-Nisa’: 48).[5]

Bila kita telah dapat menghindarkan diri dari syirk, maka selanjutnya kita harus waspada terhadap berbagai perilaku yang disebut dosa atau maksiat. Apa itu dosa? Rasulullah s.a.w. memaknainya sebagai “Apa yang terbersit di hatimu dan engkau tidak mau orang lain mengetahuinya.”[6]

Setiap manusia potensial (dan pasti pernah) melakukan kesalahan dan dosa. Tidak ada orang yang ‘steril’ dari dosa (ma’shum), kecuali nabi/rasul. Untuk menghindari dosa mungkin bisa dengan diam, tidak melakukan apapun, tetapi itu juga salah. Oleh karena itu, berbuatlah. Namun jika terasa telah berbuat dosa, segeralah memohon ampun dan bertaubatlah kepada Allah s.w.t.

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”. (Q.S. [3] Ali Imran: 133).

Rasulullah s.a.w. bersabda: “Setiap manusia itu (sangat mungkin) banyak berbuat dosa, dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang (bersegera) bertaubat.”

Dijelaskan pula bahwa di antara ciri-ciri orang yang bertakwa adalah:

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri[7], mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”. (Q.S. [3] Ali Imran: 133).

Dosa yang segera dimohonkan ampun dan taubat diibaratkan sebagai noda yang cepat dibersihkan dari pakaian. Dia akan dengan mudah dan cepat dihilangkan.

Taubat yang diterima di sisi Allah hanyalah taubatnya orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan[8], yang kemudian mereka bertaubat dengan segera; bukan taubatnya orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajalnya barulah ia mengatakan, “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”. Dan bukan pula taubatnya orang yang mati di dalam kekafiran.[9] Dosa yang dilakukan berulang kali tanpa rasa penyesalan, niscaya menutupi hatinya (dari hidayah dan kebaikan), seperti noda yang merusak keindahan pakaian.[10]

Hendaknya kita tidak memandang ringan karena merasa hanya melakukan dosa kecil. Dosa memang terbagi menjadi dua kategori: dosa besar dan dosa kecil. Dosa besar ialah dosa yang sanksi hukumnya jelas di dunia ini, dan juga diancam dengan adzab di akhirat. Adapun dosa kecil ialah dosa yang tidak secara tegas disebutkan sanksi hukumnya di dunia, juga tidak disebutkan secara spesifik jenis siksanya di akhirat. Tetapi menurut ulama yang lain dosa besar ialah dosa yang dilakukan dengan sengaja dan menganggap remeh (tanpa rasa menyesal, dan berulang-ulang). Adapun dosa kecil ialah dosa yang dilakukan secara tidak sengaja, tidak berulang-ulang, dan disertai rasa bersalah.[11]

Oleh karena itu dikenal ungkapan,

“Tiada (dinamai) dosa besar selama pelakunya bersegera memohon ampun (beristighfar), dan tiada (dinamai) dosa kecil bila pelakunya terus-menerus mengulanginya.”

Taubat itu hukumnya wajib atas setiap orang yang (telah) berbuat dosa. Taubat yang diterima oleh Allah s.w.t. ialah taubat yang sebenar-benarnya (taubat nasuha). Para ulama menyebutkan syara-syarat taubat nasuha itu sebagai berikut[12]:

  1. Meninggalkan perbuatan maksiat tersebut;
  2. Menyesali perbuatan maksiat tersebut;
  3. Ber’azam (berniat sungguh-sungguh) untuk tidak mengulanginya selama-lamanya. (Jika salah satunya tidak terpenuhi, tidaklah sah taubatnya).

Ini kalau dosanya berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhannya Allah s.w.t., dan tidak bersangkut paut dengan hak sesama manusia.

Kalau ada kaitannya dengan hak sesama manusia, maka ditambahkan:

4. Menyelesaikan perkara hak dimaksud: kalau berupa harta atau sejenisnya, dikembalikan kepada si empunya; kalau berupa sanksi (had) tuduhan dan sejenisnya, dieksekusi, atau meminta maaf kepada yang dizhaliminya; dan kalau berupa ghibah (menggujing), meminta maaf kepada yang digunjingkannya.

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuha (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai”. (Q.S. [66] At-Tahrim: 8).

Wallahu a’lam bis-shawab

Disampaikan Oleh Ust. Mufti Abdul wakil, S.Pd.I

Pada Khutbah Jum’at di Masjid Jami’ Pondok Pesantren Darunnajah Cipining.


[1] Q.S. [95] At-Tin: 4.

[2] Sehingga para malaikat pun diperintahkan oleh Allah s.w.t. untuk “sujud” (yakni tunduk dan hormat) kepada Adam a.s. Baca Q.S. [2] Al-Baqarah: 34.

[3] Q.S. [7] Al-A’raf: 172.

[4] Q.S. [31] Luqman: 13.

[5] Baca juga Q.S. [4] An-Nisa’: 116; juga Q.S. [5] Al-Ma’idah: 72.

[6] H.R. Muslim.

[7] Yang dimaksud perbuatan keji (fahisyah) ialah dosa besar yang mana mudharatnya tidak hanya menimpa diri sendiri tetapi juga orang lain, seperti zina, riba. Menganiaya diri sendiri ialah melakukan dosa yang mana mudharatnya hanya menimpa diri sendiri baik yang besar atau kecil.

[8] Maksudnya ialah: 1. orang yang berbuat maksiat dengan tidak mengetahui bahwa perbuatan itu adalah maksiat kecuali jika dipikirkan lebih dahulu; 2. orang yang durhaka kepada Allah, baik dengan sengaja atau tidak; 3. orang yang melakukan kejahatan karena kurang kesadaran lantaran sangat marah atau karena dorongan hawa nafsu.

[9] Baca Q.S. [4] An-Nisa’: 17-18.

[10] Baca Diktat Tauhid Kelas IV TMI Darunnajah, 1995, Bab Pengaruh Maksiat Terhadap Iman.

[11] Ibid, Bab Hukum Pelaku Dosa Besar.

[12] Baca Riyadhus Shalihin, Kitab Syu’ab al-Iman, Bab Taubat.






Saya dengar Pesantren Darunnajah Cipining menyediakan banyak beasiswa. Saya sangat tertarik. Bisa dijelaskan?

Ya anda benar! Program beasiswa di Pesantren Darunnajah Cipining bisa didapatkan melalui banyak pintu. Setiap santri berhak mengambil beasiswa tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan banyaknya pintu tersebut, diharapkan para santri mendapatkan berbagai kemudahan sehingga bisa mendapatkan beasiwa melalui salah satu pintu yang ada.

Beasiswa-beasiswa yang disediakan oleh Pesantren Darunnajah Cipining adalah:

1. Beasiswa penuh sampai lulus. GRATIS Belajar Tanpa Biaya! Untuk siapa saja baik yang mampu atau yang kurang mampu ekonominya. Tidak ada persyaratan khusus untuk mendapatkan beasiswa ini. Hanya bermodalkan kesiapan untuk menghafal Al-Quran selama belajar di Pesantren, informasi selengkapnya bisa dibaca disini

2. Beasiswa penuh Ashabun Najah: beasiswa ini diberikan kepada siswa-siswi yang memiliki prestasi dan semangat yang tinggi dalam belajar. Siswa-siswi yang mendapatkan beasiswa ini akan mendapatkan pembinaan khusus, terutama learning by doing karena misi yang diembannya adalah menjadi kader pesantren yang berkompetensi, berdedikasi dan berprestasi. Bagi yang ingin mendapatkan beasiswa melalui pintu ini dapat menghubungi kepala Biro Pengkaderan, Ustadz Isa Abdillah, S.E. dengan nomor kontak 085813316131

3. Beasiswa Akademik: diberikan kepada santri yang meraih nilai dengan katagori mumtaz (istimewa) yaitu mulai dari 8,6 keatas. Beasiswa ini diberikan di setiap jenjang pendidikan yang ada di Darunnajah Cipining pada program TMI yaitu MTs dan MA berasrama.

4. Beasiswa bagi santri yang mendaftarkan keluarganya belajar di Darunnajah Cipining diberikan potongan biaya uang bulanan.

Berapa besar beasiswa di pesantren Darunnajah Cipining?

1. Santri baru: Uang pangkal Rp 2.800.000 + Uang bulanan Rp 400.000
2. Tahun berikutnya sampai tamat diberikan dana biaya sekolah, biaya makan, biaya asrama, dan kegiatan.
3. Setelah lulus mendapatkan beasiswa untuk kuliah sampai sarjana.

Bagus sekali, saya ingin mendaftar untuk beasiswa. Bagaimana caranya?

Silahkan telepon / SMS langsung ke Panitia Murid Baru di: 081584023061, 08567624377, 085714128744. Atau datang langsung ke pesantren kami. Rute menuju lokasi bisa anda lihat disini

Saya ingin mendaftar untuk yang non beasiswa. Bagaimana caranya?

Caranya mudah sekali. Kami telah membuat petunjuknya dengan lengkap dan jelas. Termasuk rincian fasilitas, biaya dan lain-lain. Untuk melihatnya silahkan klik disini. Anda juga bisa telepon / SMS langsung ke Panitia Murid Baru di: 081584023061, 08567624377, 085714128744. Atau datang langsung ke pesantren kami. Rute menuju lokasi bisa anda lihat disini

Saya ingin tahu lebih banyak lagi tentang pesantren ini. Bagaimana caranya?

Di website ini telah kami sediakan beragam informasi tentang Pesantren kami. Anda bisa mempelajarinya dengan senang hati. Kami juga melayani pertanyaan anda lewat telepon / sms. Silahkan hubungi nomor telepon yang tercantum di bagian kiri atas website ini. Adapun rangkuman informasi lengkap bisa anda lihat di brosur kami. Untuk melihat brosur silahkan klik disini


Urgensi Taubat

Artikel lain yang berhubungan

One Response to “Urgensi Taubat”

  • ehemmMM…..
    Assalamualaikum….
    Kaifa haaluKum NiE????gaK kErasA bEnTAr LAgi KiTA leBArAn Nie, MinaL Aidin WaL FaiDzin YUA,, BuAt seMua yAng baCa tuLisAn Dari pipit,,, Di p0nDok Ada SiApa yau????KAnGen Nih MA suAsaNA nyaNtRi,,,BiZZZZnye Di rumAh Sepi Gak Ada TuH YanG NamAnYA tHoBuR PA5 Ke HAmAM,,PAs NgAmbiL NasI,,,,pipiT KangeN mA sUAsANA itu,,,PluS JugA mA TEMeN_tEmEN !9 PA kAbaRnye nie SemUa???CerItAnya padE mudIk Gak ni333,,, SAlam BuAt uSTh Tresna,usth mus,dAn BuAt yAng lAin,,,Taqabbalallahu Minkum…..

    pie-PiEtz_19
    LuV El_ZaRt

Leave a Reply

khutbah jumat tentang taubat, taubat dari syirik yang sengaja, bagaimana taubat dari dosa syirik, Tausiyah Taubatan Nasuha, taubatan nasuha, taubat dosa syirik, pendidikan taubat, nikmatnya taubat, nikmat taubat, menghindarkan diri dari dosa kecil, melakukan dosa dan tobat berulang-ulang, dosa besar menganiaya orang lain, ciri-ciri orang yang diterima taubatnya, tausiyah untuk orang yang ingin taubat dari zina
Cara Berlangganan Berita

Anda tak ingin ketinggalan berita tentang Darunnajah Cipining? Silahkan masukkan alamat email anda pada kolom dibawah ini. Kami akan kabari anda setiap ada berita terbaru

Kirim Tulisan
kirim